Tulisan jalan

Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

Minggu, 15 September 2013

4 Aturan Sebelum Anak Mendaftar ke Facebook




Jika Anda memiliki anak berusia di bawah 13 tahun, sebaiknya tidak membantu anak untuk berbohong saat mendaftar ke Facebook.

KOMPAS.com – Walau aturan utama di media sosial Facebook menyatakan bahwa penggunanya harus berusia minimum 13 tahun, tetap saja kita bisa melihat banyak anak yang menjadi pengguna dengan usia di bawah ketentuan. Sebagian besar akun mereka dibuat oleh orangtua anak sendiri, dengan tujuan agar sang anak bisa bersosialisasi dengan kerabat yang tinggal di luar negeri atau bermain game online.

Tetapi kenyataannya, akun ini malah sering “kebobolan” karena kemudian ada banyak teman-teman baru sang anak yang tidak dikenal orangtua. Atau anak mulai menambahkan akun teman-teman sekolahnya, setelahnya ada satu teman mengirimkan tautan video dewasa di dinding halaman anak kita.

Mengingat di zaman sekarang membuat akun di Facebook sudah menjadi seperti surat izin untuk masuk ke pergaulan di sekolah (karena semakin banyak teman yang dimiliki anak di Facebook menandakan tingkat kepopulerannya), menurut Kelly Wickham, seorang guru dan penulis buku Mocha Momma, sebaiknya orangtua memberi bekal yang cukup untuk anak. Wickham memaparkan lima pelajaran penting yang perlu diberikan pada anak sebelum mengizinkan mereka bergabung di Facebook: baca selengkapnya >>>>>>
Sumber : klik disini

Artikel terkait :

Kamis, 20 Juni 2013

Mendidik Anak Melalui Cerita Dongeng Anak

Adakah proses pembelajaran dalam cerita dongeng anak? Membacakan dongeng kepada anak pada sebagian keluarga merupakan sebuah ritunitas yang biasa dilakukan sebelum tidur. Tetapi seiring dengan kesibukan orang tua yang semakin padat, membuat orang tua tidak memiliki cukup waktu untuk membacakan dongeng kepada anak mereka. Padahal membacakan cerita dongeng anak bukan semata-mata cara membuat anak tertidur. Tetapi kegiatan ini merupakan bagian dari kreasi pembelajaran bagi anak.


cerita dongeng anak memberikan dampak keceriaan pada kehidupan masa kanak-kanak. Keceriaan ini tidak hanya memiliki misi untuk memberikan nasehat kepada anak, tetapi keceriaan ini akan berimbas kepada meningkatnya kesehatan anak, terbentuknya mental yang tangguh dan pengalaman moral yang akan mempengaruhi karakter anak pada saat dewasa.

Sebagai contoh, cerita dongeng anak Putri Salju. Dalam membacakan dongeng Putri Salju, perlu anda tekankan karakter-karakter baik hati dari sang putri kepada anak. Adanya tokoh dengan karakter antagonis juga perlu anda garis bawahi. Menjelaskan mana yang baik dan mana yang tidak baik dan kemudian merefleksikan kisah tersebut dalam kehidupan sehari-hari si anak akan semakin membuat anak faham tentang apa yang boleh dan tidak boleh dilakukannya, sekaligus tentang bagaimana berinteraksi terhadap sesama dengan baik. Pada bagian ini, kecerdasan emosional anak yang ditempa.

Membacakan cerita dongeng anak akan mengasah kreatifitas anak. Pada anak-anak, mereka mimiliki ruang imajinasi yang luas. Dongeng yang anda bacakan akan melatih imajinasinya ke arah yang positif. Imajinasi yang positif akan melairkan kreatifitas yang mengagumkan.

Komunikasi antar tokoh dalam cerita dongeng anak juga memberikan kontribusi tersendiri dalam proses pembelajaran. Lewat komunikasi tersebut, anak akan belajar tentang keterampilan berkomunikasi. Komunikasi tokoh dongeng yang anda sampaikan dengan baik akan memberi anak anda contoh bagaimana cara bertutur kata yang baik dan sopan.

Tips Membcakan Cerita Dongeng Anak
Berikut ini ada beberapa tips membaca cerita dongeng anak agar dongeng yang anda bacakan menjadi pengalaman yang menarik bagi anak anda dan pesan-pesan yang terkandung di dalam dongeng mampu mereka mengerti:

Membacalah dengan enjoy.
Alokasikan waktu yang cukup untuk agenda membacakan dongeng anak – anak. Tidak harus waktu menjelang tidur. Karena hal terpenting yang harus dilakukan ketika membacakan cerita dongeng anak adalah anda harus enjoy. Waktu yang luang akan membuat anda semakin menikmati kegiatan membacaka dongeng. Dengan menunjukkan kenikmatan dan kesenangan anda dalam membacakan dongeng, anak anda akan lebih tertarik mendengarkan kelanjutan cerita di dalam dongeng.

Bacalah sesuai dengan alur dongeng.
Setiap cerita memiliki alur yang berbeda. Tugas anda ketika membacakan cerita dongeng anak adalah mengajak anak anda masuk kedalam cerita. Ini hanya akan terjadi ketika anda membaca sesuai alur ceritanya.

Diskusikan dengan anak anda gambar-gambar yang terdapat dalam buku cerita dongeng anak.
Untuk buku cerita dongeng anak yang dilengkapi gambar, tunjukkan gambar itu kepada anak anda. Manfaatkan gambar tersebut sebagai topik diskusi dengan anak anda. Biarkan anak anda dengan bebas menginterpretasikan gambar tersebut berdasarkan dongeng yang telah didengarnya.

Jawab pertanyaan anak.
Anak anda akan memunculkan banyak pertanyaanĂ‚  ketika anda membacakan cerita dongeng anak. Mereka mungkin akan bertanya tentang kosakata yang tidak dimengerti ataupun tentang jalannya cerita. Ini memberikan anda kesempatan untuk menjelaskan banyak hal kepada anak anda.

Sampaikan pesan moral dari dongeng.
Setelah dongeng usai dibacakan kepada anak, jangan lupa untuk mengupas pesan moral dari cerita dongeng anak yang telah dibacakan. Meminta anak untuk terlebih dahulu menyampaikan pelajaran dari dongeng akan mengasah kemampuan anak untuk menganalisa. Setelah anak menyampaikan, giliran anda untuk menjelaskan kepadanya dengan bahasa yang mudah di fahami.
Dengan membacakan cerita dongeng anak akan membantu perkembangan emosional anak anda dan bisa meningkatkan daya imaginya.

Minggu, 02 Juni 2013

Makna Sholat dalam Kehidupan Sehari-hari

-->
BAB I
PENDAHULUAN


A. Latar Belakang
“Sungguh Kami telah memuliakan anak cucu Adam…” demikian salah satu firman Allah di dalam al Qur’an –tepatnya QS. Al Isra’ : 70 – yang mengabarkan bahwa manusia lahir dengan kemuliaan. Ayat tersebut  juga seakan mengingatkan manusia akan sebuah kewajiban dan tanggung jawab untuk memelihara serta menjaga kemuliaan yang diberikan kepadanya. Kemuliaan yang dimaksud tidak dapat diraih atau dipertahankan dengan hanya memperbaiki dan memikirkan diri sendiri, tapi lebih dari itu cahaya kemuliaan harus terpatri lewat usaha merealisasikan nilai-nilai kemuliaan tersebut kepada sesama.

Rabu, 29 Mei 2013

Nyamannya Perpustakaan Modern


Nyamannya Perpustakaan Modern Nyamannya Perpustakaan ModernBagi para kutu buku, mencari ”makanan” berupa bacaan sudah tak perlu lagi memenuhi lorong-lorong toko buku di pusat belanja. Kini ada beberapa perpustakaan modern di Jakarta yang menjadi tempat tongkrongan para kutu buku.

Freedom Library misalnya. Perpustakaan umum yang berada di Jalan Proklamasi No 41 Jakarta Pusat ini setiap hari menjadi sarang para kutu buku berkumpul. Perpustakaan yang terdapat di lantai dasar Wisma Proklamasi ini sejak tiga tahun lalu sudah menarik perhatian para pencinta buku. Kepala Divisi Perpustakaan dan Dokumentasi Freedom Institute Wahyu Budhi Nugroho menyebutkan, lebih dari 11.000 judul buku disediakan di Freedom Library.

Selasa, 28 Mei 2013

Pustakawan : " Minat Baca Masyarakat Rendah, Masayarakat : Banyak Perpustakaan Tidak Layak Kunjungi

Dunia Perpustakaan || Bicara tentang perdebatan terkait minimnya minat baca di masyarakat sepertinya belum pernah berakhir, padahal ini sebenarnya lebih kepada “sudut pandang”. Sudut pandang yang dimaksud adalah, “Jika yang mengatakan dari pihak pengelola perpustakaan (pustakawan), jika pengunjung perpustakaan sedikit atau menurun, maka para pustakawan ini akan berucap, jika minat baca masyarakat rendah dan menurun.

Sebaliknya, jika masyarakat ditanya kenapa masyarakat malas datang ke perpustakaan untuk baca buku, masyarakat akan bilang, “Perpustakaanya jelek, pustakawanya tidak ramah pelayananya, bukunya tidak lengkap, internetnya lelet, ruangan perpustakaanya pengap dan tidak nyaman, serta alasan yang lainya.

Dan bisa dipastikan opini diatas selamanya akan terus berlangsung di bumi Indonesia. Namun sebenarnya jika penulis ingin memberikan saran jika untuk perbaikan dan kemajuan image positif dari pustakawan dan perpustakaan di mata masyarakat, tentunya mau tidak mau, suka tidak suka siap tidak siap, pustakawan dan para pengelola perpustakaan serta birokrasi terkaitlah yang harus perbaiki diri secara internal. (Bisa baca tulisan terkait lainya “Bedanya Cara Berfikir Pustakawan dan Pedagang” ).

Sebuah pemberitaan yang terbaru adalah terkait pemberitaan tentang rendahnya minat baca di Jombang, Jawa Timur sebagaimana dikutip dari lensaindonesia.com (19/5/13). Dalam pemberitaan ini sudah bisa dipastikan hal tersebut merupakan ungkapan dari pengelola perpustakaan (pustakawan) sebagaimana disebut diawal tulisan ini.

Minat baca masyarakat Kota Santri di Perpustakaan Mastrip, perpustakaan yang dikelola Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang, Jawa Timur tahun ini relatif lebih rendah dibanding tahun sebelumnya.

Sejak awal tahun hingga datangnya momentum peringatan hari buku nasional pada 17 Mei 2013, rata-rata angka kunjungan bulanan ke perpustakaan ini menurun.

Penurun tersebut terlihat dari perbandingan data pengunjung pada tahun 2013 ini dan tahun lalu.
Pada Januari tahun ini, jumlah pengunjung hanya 5.458. Bulan Februari 5.233 pengunjung, Maret 5.336 pengunjung dan April 6.570 pengunjung. Jumlah itu turun drastis dibanding bulan yang sama tahun 2012 lalu.
Pada Januari tahun lalu, jumlah pengunjung perpustakaan mastrip sebanyak 8.426 orang. Pada bulan Februari sebanyak 7.348 orang, Maret 7.909 orang dan pada April, pengunjungya sebanyak 6.762 orang. “Jumlah pengunjung fluktuatif, tidak mesti setiap tahun naik,” ujar Kepala Perpustakaan Mastrip Jombang, Rudy Bakhtiar, Sabtu (18/05/2013).

Dia mengungkapkan, Pada tahun 2012, total jumlah pengunjung Perpustakaan Mastrip mencapai 73.230 orang. Mereka terdiri dari 862 anak TK, 8.161 siswa SD, 5121 siswa SMP dan 19.322 siswa SMA. Pengunjung dari kalangan mahasiswa sebanyak 26.035 dan sebanyak 13.729 dari kelompok masyarakat umum.

Namun, untuk tahun ini, sampai April kemarin jumlah pengunjungnya baru mencapai angka total kunjungan sebanyak 24.788 orang. Para pengunjung terdiri dari 297 siswa TK, 1.955 siswa SD, 1.859 siswa SMP dan 6.528 siswa SMA. Lalu 9.849 mahasiswa dan 4.290 masyarakat umum.

Menyikapi penurunan tersebut, manajemen Perpustakaan Mastrip berusaha meningkatkan pelayanan, menambah koleksi buku dan menambah jam buka perpustakaan. “Untuk koleksi buku, saat ini diperpustakaan sudah ada 12.694 judul dengan 25.304 eksemplar,” kata Rudy Bakhtiar.

Terobosan lain juga ditempuh Perpustakaan Mastrip untuk menarik minat baca masyarakat, diantaranya dengan mengintensifkan perpustakaan keliling dan memberikan layanan kartu anggota gratis.

Senin, 27 Mei 2013

Perempuan di Pucuk Pimpinan Perguruan Tinggi Masih Terbatas

Penulis : Ester Lince Napitupulu

Badia Perizade, Rektor Universitas Sriwijaya
Kepemimpinan perempuan sebagai pucuk pimipinan di institusi perguruan tinggi masih terbatas. Perempuan yang menduduki jabatan sebagai rektor atau pimpinan perguruan tinggi minim.

Di perguruan tinggi negeri (PTN) saat ini terdata empat perempuan rektor/ketua. Padahal ada 97 PTN, dari politeknik, sekolah tinggi, instititut, dan universitas.

Minimnya kepemimpinan perempuan yang menjadi pucuk pimpinan di perguruan tinggi mengemuka dalam kegiatan USAID/HELM (Higher Education Leadership and Management) di Jakarta, Senin (27/5/2013). Program ini diikuti 25 perguruan tinggi negeri dan swasta di berbagai wilayah Indonesia, untuk menguatkan kepemimpinan perempuan di perguruan tinggi.

"Dalam indikator pembangunan juga mulai diperhitungkan soal gender development index. Kebijakan yang sensitif gender ini perlu juga dikembangkan di perguruan tinggi," kata Emy Susanto, Ketua Program Studi Perempuan Universitas Airlangga. 

Kristen Potter, pimpinan USAID/HELM, mengatakan, lokakarya dilakukan di berbagai perguruan tinggi untuk memberikan dukungan yang lebih kuat agar perempuan-perempuan dapat meruntuhkan berbagai hambatan, baik karena nilai, struktur, budaya, atau pribadi, yang menghalangi perkembangan personal maupun profesional.
"Karakteristik kepemimpinan yang baik perlu dikembangkan untuk mendorong perempuan dan laki-laki menjadi pemimpin yang baik di masa depan," kata Kristen.

Menurut Kristen, mayoritas pimpinan di institusi pendidikan tinggi dijabat laki-laki. Padahal jumlah mahasiswa perempuan lebih banyak daripada pria. Karena itu, USAID/HELM memahami isu ini, serta berupaya untuk memperkuat potensi dan pengembangan diri perempuan melalui kegiatan kepemimpinan perempuan.

Kepercayaan diri adalah kiat mewujudkan potensi diri perempuan seutuhnya. usai berpartisipasi dalam lokakarya USAID/HELM, sejumlah perempuan di institusi pendidikan tinggi percaya diri dan termotivasi untuk mempersipakan diri jadi pemimpin.

Badia Perizade, Rektor Universitas Sriwijaya, mengatakan, ketika dia dicalonkan menjadi perempuan rektor pertama di Universitas Sriwijaya, dukungan awalnya tidak kuat. Namun, dengan bukti kinerja yang baik, Badia menjadi rektor dua periode.
"Kepemimpinan perempuan memang lebih menantang. Kita harus membuktikan tiga kali lebih keras dari pemimpin pria," kata Badia.

Di Universitas Sriwijaya, perempuan dosen berjumlah 433 orang (40 persen) dan dosen laki-laki sebanyak 729 orang (60 persen). Perempuan pemimpin juga dimunculkan dengan memperhatikan potensi sebagai pembantu rektor ataupun direktur.

Tian Belawati, Rektor Universitas Terbuka, merupakan perempuan rektor pertama di perguruan tinggi ini. Bahkan, di Asia Tenggara, saat ini hanya ada dua perempuan rektor dari sembilan rektor universitas terbuka.

Sementara itu, Yani Panigoro, Ketua Majelis Wali Amanat Institut Teknologi Bandung (ITB), mengatakan saat ini kepemimpinan perempuan amsih jadi isu karena jumlahnya yang terbatas. Dosen di ITB sebanyak 77 persen laki-laki dan 23 persen perempuan. Jumlah dosen berkisar 1.200 orang.

"Perempuan berpelunag untuk menjadi pemimpin di perguruan tinggi. Asal, perempuan memiliki keberanian untuk tampil dan mengutarakan visinya," kata Yani.

Sumber 

SEJARAH SYEKH SITI JENAR

Nama asli Syekh Siti Jenar adalah Sayyid Hasan ’Ali Al-Husaini, dilahirkan di Persia, Iran. Kemudian setelah dewasa mendapat gelar Syaikh Abdul Jalil. Dan ketika datang untuk berdakwah ke Caruban, sebelah tenggara Cirebon. Dia mendapat gelar Syaikh Siti Jenar atau Syaikh Lemah Abang atau Syaikh Lemah Brit.

Syaikh Siti Jenar adalah seorang sayyid atau habib keturunan dari Rasulullah Saw. Nasab lengkapnya adalah Syekh Siti Jenar [Sayyid Hasan ’Ali] bin Sayyid Shalih bin Sayyid ’Isa ’Alawi bin Sayyid Ahmad Syah Jalaluddin bin Sayyid ’Abdullah Khan bin Sayyid Abdul Malik Azmat Khan bin Sayyid 'Alwi 'Ammil Faqih bin Sayyid Muhammad Shohib Mirbath bin Sayyid 'Ali Khali Qasam bin Sayyid 'Alwi Shohib Baiti Jubair bin Sayyid Muhammad Maula Ash-Shaouma'ah bin Sayyid 'Alwi al-Mubtakir bin Sayyid 'Ubaidillah bin Sayyid Ahmad Al-Muhajir bin Sayyid 'Isa An-Naqib bin Sayyid Muhammad An-Naqib bin Sayyid 'Ali Al-'Uraidhi bin Imam Ja'far Ash-Shadiq bin Imam Muhammad al-Baqir bin Imam 'Ali Zainal 'Abidin bin Imam Husain Asy-Syahid bin Sayyidah Fathimah Az-Zahra binti Nabi Muhammad Rasulullah Saw.

Syaikh Siti Jenar lahir sekitar tahun 1404 M di Persia, Iran. Sejak kecil ia berguru kepada ayahnya Sayyid Shalih dibidang Al-Qur’an dan Tafsirnya. Dan Syaikh Siti Jenar kecil berhasil menghafal Al-Qur’an usia 12 tahun.

Kemudian ketika Syaikh Siti Jenar berusia 17 tahun, maka ia bersama ayahnya berdakwah dan berdagang ke Malaka. Tiba di Malaka ayahnya, yaitu Sayyid Shalih, diangkat menjadi Mufti Malaka oleh Kesultanan Malaka dibawah pimpinan Sultan Muhammad Iskandar Syah. Saat itu. KesultananMalaka adalah di bawah komando Khalifah Muhammad 1, Kekhalifahan Turki Utsmani. Akhirnya Syaikh Siti Jenar dan ayahnya bermukim di Malaka.

Kemudian pada tahun 1424 M, Ada perpindahan kekuasaan antara Sultan Muhammad Iskandar Syah kepada Sultan Mudzaffar Syah. Sekaligus pergantian mufti baru dari Sayyid Sholih [ayah Siti Jenar] kepada Syaikh Syamsuddin Ahmad.
Pada akhir tahun 1425 M. Sayyid Shalih beserta anak dan istrinya pindah ke Cirebon. Di Cirebon Sayyid Shalih menemui sepupunya yaitu Sayyid Kahfi bin Sayyid Ahmad.
Posisi Sayyid Kahfi di Cirebon adalah sebagai Mursyid Thariqah Al-Mu’tabarah Al-Ahadiyyah dari sanad Utsman bin ’Affan. Sekaligus Penasehat Agama Islam Kesultanan Cirebon. Sayyid Kahfi kemudian mengajarkan ilmu Ma’rifatullah kepada Siti Jenar yang pada waktu itu berusia 20 tahun. Pada saat itu Mursyid Al-Thariqah Al-Mu’tabarah Al-Ahadiyah ada 4 orang, yaitu:
  1. Maulana Malik Ibrahim, sebagai Mursyid Thariqah al-Mu’tabarah al-Ahadiyyah, dari sanad sayyidina Abu Bakar ash-Shiddiq, untuk wilayah Jawa Timur, Jawa Tengah, Bali, Sulawesi, Kalimantan, Nusa Tenggara, Maluku, dan sekitarnya
  2. Sayyid Ahmad Faruqi Sirhindi, dari sanad Sayyidina ’Umar bin Khattab, untuk wilayah Turki, Afrika Selatan, Mesir dan sekitarnya,
  3. Sayyid Kahfi, dari sanad Sayyidina Utsman bin ’Affan, untuk wilayah Jawa Barat, Banten, Sumatera, Champa, dan Asia tenggara
  4. Sayyid Abu Abdullah Muhammad bin Ali bin Ja’far al-Bilali, dari sanad Imam ’Ali bin Abi Thalib, untuk wilayah Makkah, Madinah, Persia, Iraq, Pakistan, India, Yaman.
Kitab-Kitab yang dipelajari oleh Siti Jenar muda kepada Sayyid Kahfi adalah Kitab Fusus Al-Hikam karya Ibnu ’Arabi, Kitab Insan Kamil karya Abdul Karim al-Jilli, Ihya’ Ulumuddin karya Al-Ghazali, Risalah Qushairiyah karya Imam al-Qushairi, Tafsir Ma’rifatullah karya Ruzbihan Baqli, Kitab At-Thawasin karya Al-Hallaj, Kitab At-Tajalli karya Abu Yazid Al-Busthamiy. Dan Quth al-Qulub karya Abu Thalib al-Makkiy.

Sedangkan dalam ilmu Fiqih Islam, Siti Jenar muda berguru kepada Sunan Ampel selama 8 tahun. Dan belajar ilmu ushuluddin kepada Sunan Gunung Jati selama 2 tahun.

Setelah wafatnya Sayyid Kahfi, Siti Jenar diberi amanat untuk menggantikannya sebagai Mursyid Thariqah Al-Mu’tabarah Al-Ahadiyyah dengan sanad Utsman bin ’Affan. Di antara murid-murid Syaikh Siti Jenar adalah: Muhammad Abdullah Burhanpuri, Ali Fansuri, Hamzah Fansuri, Syamsuddin Pasai, Abdul Ra’uf Sinkiliy, dan lain-lain.

Kesalahan Sejarah Tentang Seikh Siti Jenar yang Menjadi Fitnah adalah : 

1. Menganggap bahwa Syaikh Siti Jenar berasal dari cacing.


Sejarah ini bertentangan dengan akal sehat manusia dan Syari’at Islam. Tidak ada bukti referensi yang kuat bahwa Syaikh Siti Jenar berasal dari cacing. Ini adalah sejarah bohong. Dalam sebuah naskah klasik, Serat Candhakipun Riwayat jati ; Alih aksara; Perpustakaan Daerah Propinsi Jawa Tengah, 2002, hlm. 1, cerita yg masih sangat populer tersebut dibantah secara tegas, “Wondene kacariyos yen Lemahbang punika asal saking cacing, punika ded, sajatosipun inggih pancen manungsa darah alit kemawon, griya ing dhusun Lemahbang.” [Adapun diceritakan kalau Lemahbang (Syekh Siti Jenar) itu berasal dari cacing, itu salah. Sebenarnya ia memang manusia yang akrab dengan rakyat jelata, bertempat tinggal di desa Lemah Abang]….

2. Ajaran Manunggaling Kawulo Gusti

“Ajaran Manunggaling Kawulo Gusti yang diidentikkan kepada Syaikh Siti Jenar oleh beberapa penulis sejarah Syaikh Siti Jenar adalah bohong, tidak berdasar alias ngawur. Istilah itu berasal dari Kitab-kitab Primbon Jawa. Padahal dalam Suluk Syaikh Siti Jenar, beliau menggunakan kalimat “Fana’ wal Baqa’. Fana’ Wal Baqa’ sangat berbeda penafsirannya dengan Manunggaling Kawulo Gusti. Istilah Fana’ Wal Baqa’ merupakan ajaran tauhid, yang merujuk pada Firman Allah: ”Kullu syai’in Haalikun Illa Wajhahu”, artinya “Segala sesuatu itu akan rusak dan binasa kecuali Dzat Allah”. Syaikh Siti Jenar adalah penganut ajaran Tauhid Sejati, Tauhid Fana’ wal Baqa’, Tauhid Qur’ani dan Tauhid Syar’iy.

3. Dalam beberapa buku diceritakan bahwa Syaikh Siti Jenar meninggalkan Sholat, Puasa Ramadhan, Sholat Jum’at, Haji dsb.

Syaikh Burhanpuri dalam Risalah Burhanpuri halaman 19 membantahnya, ia berkata, “Saya berguru kepada Syaikh Siti Jenar selama 9 tahun, saya melihat dengan mata kepala saya sendiri, bahwa dia adalah pengamal Syari’at Islam Sejati, bahkan sholat sunnah yang dilakukan Syaikh Siti Jenar adalah lebih banyak dari pada manusia biasa. Tidak pernah bibirnya berhenti berdzikir “Allah..Allah..Allah” dan membaca Shalawat nabi, tidak pernah ia putus puasa Daud, Senin-Kamis, puasa Yaumul Bidh, dan tidak pernah saya melihat dia meninggalkan sholat Jum’at”.

4. Beberapa penulis telah menulis bahwa kematian Syaikh Siti Jenar, dibunuh oleh Wali Songo, dan mayatnya berubah menjadi anjing.

Bantahan saya: “Ini suatu penghinaan kepada seorang Waliyullah, seorang cucu Rasulullah. Sungguh amat keji dan biadab, seseorang yang menyebut Syaikh Siti Jenar lahir dari cacing dan meninggal jadi anjing. Jika ada penulis menuliskan seperti itu. Berarti dia tidak bisa berfikir jernih. Dalam teori Antropologi atau Biologi Quantum sekalipun.Manusia lahir dari manusia dan akan wafat sebagai manusia. Maka saya meluruskan riwayat ini berdasarkan riwayat para habaib, ulama’, kyai dan ajengan yang terpercaya kewara’annya. Mereka berkata bahwa Syaikh Siti Jenar meninggal dalam kondisi sedang bersujud di Pengimaman Masjid Agung Cirebon. Setelah sholat Tahajjud. Dan para santri baru mengetahuinya saat akan melaksanakan sholat shubuh.“

5. Cerita bahwa Syaikh Siti Jenar dibunuh oleh Sembilan Wali adalah bohong.

Tidak memiliki literatur primer. Cerita itu hanyalah cerita fiktif yang ditambah-tambahi, agar kelihatan dahsyat, dan laku bila dijadikan film atau sinetron. Bantahan saya: “Wali Songo adalah penegak Syari’at Islam di tanah Jawa. Padahal dalam Maqaashidus syarii’ah diajarkan bahwa Islam itu memelihara kehidupan [Hifzhun Nasal wal Hayaah]. Tidak boleh membunuh seorang jiwa yang mukmin yang di dalam hatinya ada Iman kepada Allah. Tidaklah mungkin 9 waliyullah yang suci dari keturunan Nabi Muhammad akan membunuh waliyullah dari keturunan yang sama. Tidak bisa diterima akal sehat.”
Penghancuran sejarah ini, menurut ahli Sejarah Islam Indonesia (Azyumardi Azra) adalah ulah Penjajah Belanda, untuk memecah belah umat Islam agar selalu bertikai antara Sunni dengan Syi’ah, antara Ulama’ Syari’at dengan Ulama’ Hakikat. Bahkan Penjajah Belanda telah mengklasifikasikan umat Islam Indonesia dengan Politik Devide et Empera [Politik Pecah Belah] dengan 3 kelas:
  1. Kelas Santri [diidentikkan dengan 9 Wali]
  2. Kelas Priyayi [diidentikkan dengan Raden Fattah, Sultan Demak]
  3. Kelas Abangan [diidentikkan dengan Syaikh Siti Jenar]
Wahai kaum muslimin melihat fenomena seperti ini, maka kita harus waspada terhadap upaya para kolonialist, imprealis, zionis, freemasonry yang berkedok orientalis terhadap penulisan sejarah Islam. Hati-hati jangan mau kita diadu dengan sesama umat Islam. Jangan mau umat Islam ini pecah. Ulama’nya pecah. Mari kita bersatu dalam naungan Islam untuk kejayaan Islam dan umat Islam.

Sumber 

Baca Biografi Lainnya:
Biografi KH Hasyim Asy'ari - Pendiri Nahdlatul Ulama (NU)











Rabu, 22 Mei 2013

Demokrasi: Apa yang Salah?

Resonasi

Oleh : Azyumardi Azzra


Mengamati perjalanan demokrasi di Indonesia dalam 15 tahun yang masih semrawut (messy), sebagian kalangan masyarakat dan pengamat sering bertanya: apa yang salah dengan demokrasi? Mengapa demokrasi belum juga mampu membawa warga pada kesejahteraan?

Pertanyaan yang sama juga relevan dalam konteks transisi demokrasi di dunia Arab, seperti di Tunisia, Mesir, Yaman, dan bahkan Bahrain-untuk tidak menyebut Suriah- yang terus berdarah-darah.

Senin, 20 Mei 2013

Islam dan Politik

Oleh Yudi Latif


Sejumlah survei dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa Masyarakat Indonesia saat ini jauh lebih "religius" (taat beribadah) dibanding pada dekade 1950-an. Survei Nasional Reform Institute belum lama ini menemukan, rata-rata 73 persen dari total pendukung 10 partai terbesar menyatakan selalu menjalankan ibadah. 

Dengan gambaran tersebut, sulit melakukan kategorisasi aliran kepartaian berdasarkan ketaatan keagamaannya, seperti dalam tipologi Clifford Geertz. Dengan alasan, baik pengikut partai-partai Islam maupun partai nasionalis, memiliki tingkat ketaatan beribadah yang relatif sama.

Negara dan Filantropi Islam

Oleh Azyumardi Azra
 
Filantropi Islam Indonesia dalam bentuk ziswaf (zakat, infaq, sedekah, wakaf) memiliki potensi sangat besar. Belakangan ini berbagai kalangan memperkirakan, potensi ziswaf Indonesia mencapai sekitar Rp 217 triliun setiap tahun.

Meski realisasinya masih jauh daripada potensi itu, ziswaf yang terus bertumbuh kian menjadi ‘rebutan’ di antara berbagai lembaga. Sejak dari amir masjid di masjid lingkungan pertetanggaan, ormas Islam, LSM kolektor-distributor, sampai pada pemerintah.

Jumat, 17 Mei 2013

Membangun Citra Perpustakaan Perguruan Tinggi

Oleh : Tohirin,S.Ag.,S.IPI ( Pustakawan  Perpustakaan IAIN Syekh Nurjati )

Pendahuluan

Tiga pilar utama didalam membangun citra perpustakaan yang positif adalah pertama membanguncitra Perpustakaan, kedua membangun citra pustakawan ketiga membangun perpustakaan yang berbasis teknologi dan informasi. Kebijakan yang salah akan memberikan dampak yang negatif dimata pemakai, oleh sebab itu membangun citra positif merupakan kebijakan yang sangat diperlukan. Sistem Informasi Manajemen (SIM) perpustakaan merupakan pengintegrasian antara bidang pekerjaan administrasi, pengadaan, inventarisasi, katalogisasi, pengolahan, sirkulasi, statistik, pengelolaan anggota perpustakaan, dan lain-lain. Sistem ini sering dikenal juga dengan sebutan sistem otomasi perpustakaan.