Tulisan jalan

Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 20 Juni 2013

Mendidik Anak Melalui Cerita Dongeng Anak

Adakah proses pembelajaran dalam cerita dongeng anak? Membacakan dongeng kepada anak pada sebagian keluarga merupakan sebuah ritunitas yang biasa dilakukan sebelum tidur. Tetapi seiring dengan kesibukan orang tua yang semakin padat, membuat orang tua tidak memiliki cukup waktu untuk membacakan dongeng kepada anak mereka. Padahal membacakan cerita dongeng anak bukan semata-mata cara membuat anak tertidur. Tetapi kegiatan ini merupakan bagian dari kreasi pembelajaran bagi anak.


cerita dongeng anak memberikan dampak keceriaan pada kehidupan masa kanak-kanak. Keceriaan ini tidak hanya memiliki misi untuk memberikan nasehat kepada anak, tetapi keceriaan ini akan berimbas kepada meningkatnya kesehatan anak, terbentuknya mental yang tangguh dan pengalaman moral yang akan mempengaruhi karakter anak pada saat dewasa.

Sebagai contoh, cerita dongeng anak Putri Salju. Dalam membacakan dongeng Putri Salju, perlu anda tekankan karakter-karakter baik hati dari sang putri kepada anak. Adanya tokoh dengan karakter antagonis juga perlu anda garis bawahi. Menjelaskan mana yang baik dan mana yang tidak baik dan kemudian merefleksikan kisah tersebut dalam kehidupan sehari-hari si anak akan semakin membuat anak faham tentang apa yang boleh dan tidak boleh dilakukannya, sekaligus tentang bagaimana berinteraksi terhadap sesama dengan baik. Pada bagian ini, kecerdasan emosional anak yang ditempa.

Membacakan cerita dongeng anak akan mengasah kreatifitas anak. Pada anak-anak, mereka mimiliki ruang imajinasi yang luas. Dongeng yang anda bacakan akan melatih imajinasinya ke arah yang positif. Imajinasi yang positif akan melairkan kreatifitas yang mengagumkan.

Komunikasi antar tokoh dalam cerita dongeng anak juga memberikan kontribusi tersendiri dalam proses pembelajaran. Lewat komunikasi tersebut, anak akan belajar tentang keterampilan berkomunikasi. Komunikasi tokoh dongeng yang anda sampaikan dengan baik akan memberi anak anda contoh bagaimana cara bertutur kata yang baik dan sopan.

Tips Membcakan Cerita Dongeng Anak
Berikut ini ada beberapa tips membaca cerita dongeng anak agar dongeng yang anda bacakan menjadi pengalaman yang menarik bagi anak anda dan pesan-pesan yang terkandung di dalam dongeng mampu mereka mengerti:

Membacalah dengan enjoy.
Alokasikan waktu yang cukup untuk agenda membacakan dongeng anak – anak. Tidak harus waktu menjelang tidur. Karena hal terpenting yang harus dilakukan ketika membacakan cerita dongeng anak adalah anda harus enjoy. Waktu yang luang akan membuat anda semakin menikmati kegiatan membacaka dongeng. Dengan menunjukkan kenikmatan dan kesenangan anda dalam membacakan dongeng, anak anda akan lebih tertarik mendengarkan kelanjutan cerita di dalam dongeng.

Bacalah sesuai dengan alur dongeng.
Setiap cerita memiliki alur yang berbeda. Tugas anda ketika membacakan cerita dongeng anak adalah mengajak anak anda masuk kedalam cerita. Ini hanya akan terjadi ketika anda membaca sesuai alur ceritanya.

Diskusikan dengan anak anda gambar-gambar yang terdapat dalam buku cerita dongeng anak.
Untuk buku cerita dongeng anak yang dilengkapi gambar, tunjukkan gambar itu kepada anak anda. Manfaatkan gambar tersebut sebagai topik diskusi dengan anak anda. Biarkan anak anda dengan bebas menginterpretasikan gambar tersebut berdasarkan dongeng yang telah didengarnya.

Jawab pertanyaan anak.
Anak anda akan memunculkan banyak pertanyaanĂ‚  ketika anda membacakan cerita dongeng anak. Mereka mungkin akan bertanya tentang kosakata yang tidak dimengerti ataupun tentang jalannya cerita. Ini memberikan anda kesempatan untuk menjelaskan banyak hal kepada anak anda.

Sampaikan pesan moral dari dongeng.
Setelah dongeng usai dibacakan kepada anak, jangan lupa untuk mengupas pesan moral dari cerita dongeng anak yang telah dibacakan. Meminta anak untuk terlebih dahulu menyampaikan pelajaran dari dongeng akan mengasah kemampuan anak untuk menganalisa. Setelah anak menyampaikan, giliran anda untuk menjelaskan kepadanya dengan bahasa yang mudah di fahami.
Dengan membacakan cerita dongeng anak akan membantu perkembangan emosional anak anda dan bisa meningkatkan daya imaginya.

Selasa, 28 Mei 2013

Hilangnya Anggaran 5 % Perpustakaan Sekolah

Dunia Perpustakaan || Perpustakaan sekolah merupakan salah satu sumber belajar yang amat penting, tetapi bukan satu-satunya, adalah perpustakaan, yang harus memungkinkan para tenaga kependidikan dan para peserta didik memperoleh kesempatan untuk memperluas dan memperdalam pengetahuan dengan membaca bahan pustaka yang mengandung ilmu pengetahuan yang diperlukan. Sumber belajar lain ialah misalnya, laboratorium, bengkel, dan fasilitas olah raga. Bagi pendidikan kedokteran sumber belajar meliputi rumah sakit. (Sistem Pendidikan Nasional,p.39).

Keadaan perpustakaan sekolah di Indonesia pada umumnya masih jelek. Banyak sekolah menganggap keberadaan perpustakaan tidak penting, kalau pun ada bangunannya dibuat seadanya, biasanya diletakkan di paling ujung sekolah, selain itu koleksi yang ada sangat memprihatinkan. Koleksi yang tersimpan di perpustakaan sudah tidak up to date, koleksi bahan pustakanya terbitan tahun lama semua.

Pihak sekolah bilang, tidak ada dana untuk pengembangan koleksi perpustakaan. Padahal anggaran perpustakaan sekolah sudah diatur dalam Undang-undang perpustakaan no.43 tahun 2007, pasal 23 ayat ayat 6 disebutkan: “Sekolah/madrasah mengalokasikan dana paling sedikit 5% dari anggaran belanja operasional sekolah/madrasah atau belanja barang di luar belanja pegawai dan belanja modal untuk pengembangan perpustakaan “.

Walaupun undang-undang ini sudah ada, namun masih banyak sekolah-sekolah yang belum mengalokasikan anggaran untuk pengembangan perpustakaan, ketika ada yang menanyakan masalah anggaran perpustakaan yang 5% tersebut, Kepala Sekolah selalu berdalih, ada yang belum tahu tentang undang-undangnya, ada yang tahu tapi dana tersebut dialokasikan untuk keperluan pos yang lain misal: untuk beli alat laboratorium, untuk ruang praktek, dan masih banyak lagi alasan-alasan untuk tidak memberikan dana tersebut ke perpustakaan.

Pengelola sekolah memandang bahwa perpustakaan tidak terlalu penting, lebih penting laboratorium dan ruang praktek. Padahal perpustakaan sekolah merupakan jantungnya pendidikan, karena di perpustakaanlah tersimpan berbagai sumber informasi baik yang tercetak maupun non cetak untuk mendukung proses pembelajaran di sekolah. Sayangnya masih banyak sekolah yang belum paham tentang arti pentingnya perpustakaan, sehingga sekolah-sekolah enggan menganggarkan anggaran 5% untuk pengembangan perpustakaan.

Anggaran itu sudah dibuat dan ditulis dalam penyusunan RAPBS, namun itu semua hanya formalitas saja, realisasinya tidak pernah ada. Anggaran tersebut justru dialokasikan ke pos yang lain. Misalnya untuk pengembangan ruang praktek yang sesuai dengan jurusan-jurusan yang ada di sekolah-sekolah kejuruan, karena dengan mengembangkan ruang praktek yang ada di sekolah, maka sekolahan tersebut akan mendapat pujian dari sekolah-sekolah lain,terutama dari Dinas Pendidikan.

Selain alasan yang disebutkan diatas, masih ada lagi alasan-alasan dari pihak sekolah, untuk pembangunanlah, untuk digunakan memenuhi kebutuhan yang mendesaklah dan masih banyak lagi alasan dari pihak sekolah untuk tidak mengalokasikan dana untuk pengembangan perpustakaan sekolah, jadi yang ditulis dalam RAPBS itu hanya formalitas saja tanpa ada realisasinya.

Sebetulnya anggaran perpustakaan yang 5% itu ada dan tidak hilang, namun anggaran tersebut dialihkankan untuk dianggarkan ke pos lain yang lebih menguntungkan pihak sekolah. Itulah kenapa perpustakaan sekolah di Indonesia banyak yang tidak berkembang, bahkan ada sekolah yang tidak mempunyai perpustakaan.

Kedepannya diharapkan Pemerintah lebih memperhatikan keberadaan perpustakaan sekolah, dan untuk Perpustakaan Nasional diharapkan lebih tegas lagi memberikan sosialisasi mengenai Undang-undang perpustakaan no 43 tahun 2007. Perpustakaan Nasional dan pemerintah harus membuat sangsi untuk sekolah-sekolah yang tidak melaksanakan Undang-undang perpustakaan tersebut, supaya sekolah-sekolah di Indonesia mempunyai perpustkaan yang layak untuk membantu proses belajar mengajar di sekolah.

Pustakawan : " Minat Baca Masyarakat Rendah, Masayarakat : Banyak Perpustakaan Tidak Layak Kunjungi

Dunia Perpustakaan || Bicara tentang perdebatan terkait minimnya minat baca di masyarakat sepertinya belum pernah berakhir, padahal ini sebenarnya lebih kepada “sudut pandang”. Sudut pandang yang dimaksud adalah, “Jika yang mengatakan dari pihak pengelola perpustakaan (pustakawan), jika pengunjung perpustakaan sedikit atau menurun, maka para pustakawan ini akan berucap, jika minat baca masyarakat rendah dan menurun.

Sebaliknya, jika masyarakat ditanya kenapa masyarakat malas datang ke perpustakaan untuk baca buku, masyarakat akan bilang, “Perpustakaanya jelek, pustakawanya tidak ramah pelayananya, bukunya tidak lengkap, internetnya lelet, ruangan perpustakaanya pengap dan tidak nyaman, serta alasan yang lainya.

Dan bisa dipastikan opini diatas selamanya akan terus berlangsung di bumi Indonesia. Namun sebenarnya jika penulis ingin memberikan saran jika untuk perbaikan dan kemajuan image positif dari pustakawan dan perpustakaan di mata masyarakat, tentunya mau tidak mau, suka tidak suka siap tidak siap, pustakawan dan para pengelola perpustakaan serta birokrasi terkaitlah yang harus perbaiki diri secara internal. (Bisa baca tulisan terkait lainya “Bedanya Cara Berfikir Pustakawan dan Pedagang” ).

Sebuah pemberitaan yang terbaru adalah terkait pemberitaan tentang rendahnya minat baca di Jombang, Jawa Timur sebagaimana dikutip dari lensaindonesia.com (19/5/13). Dalam pemberitaan ini sudah bisa dipastikan hal tersebut merupakan ungkapan dari pengelola perpustakaan (pustakawan) sebagaimana disebut diawal tulisan ini.

Minat baca masyarakat Kota Santri di Perpustakaan Mastrip, perpustakaan yang dikelola Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang, Jawa Timur tahun ini relatif lebih rendah dibanding tahun sebelumnya.

Sejak awal tahun hingga datangnya momentum peringatan hari buku nasional pada 17 Mei 2013, rata-rata angka kunjungan bulanan ke perpustakaan ini menurun.

Penurun tersebut terlihat dari perbandingan data pengunjung pada tahun 2013 ini dan tahun lalu.
Pada Januari tahun ini, jumlah pengunjung hanya 5.458. Bulan Februari 5.233 pengunjung, Maret 5.336 pengunjung dan April 6.570 pengunjung. Jumlah itu turun drastis dibanding bulan yang sama tahun 2012 lalu.
Pada Januari tahun lalu, jumlah pengunjung perpustakaan mastrip sebanyak 8.426 orang. Pada bulan Februari sebanyak 7.348 orang, Maret 7.909 orang dan pada April, pengunjungya sebanyak 6.762 orang. “Jumlah pengunjung fluktuatif, tidak mesti setiap tahun naik,” ujar Kepala Perpustakaan Mastrip Jombang, Rudy Bakhtiar, Sabtu (18/05/2013).

Dia mengungkapkan, Pada tahun 2012, total jumlah pengunjung Perpustakaan Mastrip mencapai 73.230 orang. Mereka terdiri dari 862 anak TK, 8.161 siswa SD, 5121 siswa SMP dan 19.322 siswa SMA. Pengunjung dari kalangan mahasiswa sebanyak 26.035 dan sebanyak 13.729 dari kelompok masyarakat umum.

Namun, untuk tahun ini, sampai April kemarin jumlah pengunjungnya baru mencapai angka total kunjungan sebanyak 24.788 orang. Para pengunjung terdiri dari 297 siswa TK, 1.955 siswa SD, 1.859 siswa SMP dan 6.528 siswa SMA. Lalu 9.849 mahasiswa dan 4.290 masyarakat umum.

Menyikapi penurunan tersebut, manajemen Perpustakaan Mastrip berusaha meningkatkan pelayanan, menambah koleksi buku dan menambah jam buka perpustakaan. “Untuk koleksi buku, saat ini diperpustakaan sudah ada 12.694 judul dengan 25.304 eksemplar,” kata Rudy Bakhtiar.

Terobosan lain juga ditempuh Perpustakaan Mastrip untuk menarik minat baca masyarakat, diantaranya dengan mengintensifkan perpustakaan keliling dan memberikan layanan kartu anggota gratis.

Senin, 27 Mei 2013

Perempuan di Pucuk Pimpinan Perguruan Tinggi Masih Terbatas

Penulis : Ester Lince Napitupulu

Badia Perizade, Rektor Universitas Sriwijaya
Kepemimpinan perempuan sebagai pucuk pimipinan di institusi perguruan tinggi masih terbatas. Perempuan yang menduduki jabatan sebagai rektor atau pimpinan perguruan tinggi minim.

Di perguruan tinggi negeri (PTN) saat ini terdata empat perempuan rektor/ketua. Padahal ada 97 PTN, dari politeknik, sekolah tinggi, instititut, dan universitas.

Minimnya kepemimpinan perempuan yang menjadi pucuk pimpinan di perguruan tinggi mengemuka dalam kegiatan USAID/HELM (Higher Education Leadership and Management) di Jakarta, Senin (27/5/2013). Program ini diikuti 25 perguruan tinggi negeri dan swasta di berbagai wilayah Indonesia, untuk menguatkan kepemimpinan perempuan di perguruan tinggi.

"Dalam indikator pembangunan juga mulai diperhitungkan soal gender development index. Kebijakan yang sensitif gender ini perlu juga dikembangkan di perguruan tinggi," kata Emy Susanto, Ketua Program Studi Perempuan Universitas Airlangga. 

Kristen Potter, pimpinan USAID/HELM, mengatakan, lokakarya dilakukan di berbagai perguruan tinggi untuk memberikan dukungan yang lebih kuat agar perempuan-perempuan dapat meruntuhkan berbagai hambatan, baik karena nilai, struktur, budaya, atau pribadi, yang menghalangi perkembangan personal maupun profesional.
"Karakteristik kepemimpinan yang baik perlu dikembangkan untuk mendorong perempuan dan laki-laki menjadi pemimpin yang baik di masa depan," kata Kristen.

Menurut Kristen, mayoritas pimpinan di institusi pendidikan tinggi dijabat laki-laki. Padahal jumlah mahasiswa perempuan lebih banyak daripada pria. Karena itu, USAID/HELM memahami isu ini, serta berupaya untuk memperkuat potensi dan pengembangan diri perempuan melalui kegiatan kepemimpinan perempuan.

Kepercayaan diri adalah kiat mewujudkan potensi diri perempuan seutuhnya. usai berpartisipasi dalam lokakarya USAID/HELM, sejumlah perempuan di institusi pendidikan tinggi percaya diri dan termotivasi untuk mempersipakan diri jadi pemimpin.

Badia Perizade, Rektor Universitas Sriwijaya, mengatakan, ketika dia dicalonkan menjadi perempuan rektor pertama di Universitas Sriwijaya, dukungan awalnya tidak kuat. Namun, dengan bukti kinerja yang baik, Badia menjadi rektor dua periode.
"Kepemimpinan perempuan memang lebih menantang. Kita harus membuktikan tiga kali lebih keras dari pemimpin pria," kata Badia.

Di Universitas Sriwijaya, perempuan dosen berjumlah 433 orang (40 persen) dan dosen laki-laki sebanyak 729 orang (60 persen). Perempuan pemimpin juga dimunculkan dengan memperhatikan potensi sebagai pembantu rektor ataupun direktur.

Tian Belawati, Rektor Universitas Terbuka, merupakan perempuan rektor pertama di perguruan tinggi ini. Bahkan, di Asia Tenggara, saat ini hanya ada dua perempuan rektor dari sembilan rektor universitas terbuka.

Sementara itu, Yani Panigoro, Ketua Majelis Wali Amanat Institut Teknologi Bandung (ITB), mengatakan saat ini kepemimpinan perempuan amsih jadi isu karena jumlahnya yang terbatas. Dosen di ITB sebanyak 77 persen laki-laki dan 23 persen perempuan. Jumlah dosen berkisar 1.200 orang.

"Perempuan berpelunag untuk menjadi pemimpin di perguruan tinggi. Asal, perempuan memiliki keberanian untuk tampil dan mengutarakan visinya," kata Yani.

Sumber 

Jumat, 10 Mei 2013

Kurang Tidur Pengaruhi Prestasi Murid


KOMPAS.com - Kurang tidur merupakan faktor penting di balik menurunnya prestasi anak di sekolah. Demikian temuan para peneliti yang mengkaji lamanya anak tidur dan prestasi mereka di sekolah di berbagai negara.

Anak-anak yang kurang tidur terutama di jumpai di negara-negara maju dan para ahli mengkaitkan kecenderungan ini dengan makin seringnya anak berinteraksi dengan komputer dan telepon genggam pintar. Banyak anak di negara maju yang menggunakan ponsel pintar atau komputer hingga larut malam.

Minggu, 05 Mei 2013

Teknik Membaca


Pendahuluan

Pernahkan Anda bingung menghadapi buku tebal atau tumpukan buku yang harus dipahami dalam waktu cepat. Hal ini biasanya dialami ketika kita menghadapi ujian sekolah/kuliah, membuat karya ilmiah, menyiapkan bahan presentasi, atau mempelajari dokumen-dokumen penting. Padahal waktu Anda sangat terbatas.

Rasanya tak mungkin buku itu bisa dibaca seluruhnya. Sementara Anda dituntut harus paham isi buku itu. Kondisi ini tak jarang membuat kita panik bahkan mungkin stress.  baca selengkapnya !>>>

Artikel menarik lainnya :
1 - 2 - 3 - 4 - 5 - 6 - 7 - 8 - 9 - 10 - 11

Sabtu, 04 Mei 2013

Wikipedia, Perpustakaan Yang Tak Pernah Tutup

Wikipedia adalah proyek ensiklopedia multibahasa dalam jaringan yang bebas dan terbuka, yang dijalankan oleh Wikimedia Foundation, sebuah organisasi nirlaba yang berbasis di Amerika Serikat. Nama Wikipedia berasal dari gabungan kata wiki dan encyclopedia. Wikipedia dirilis pada tahun 2001 oleh Jimmy Wales dan Larry Sanger, dan kini merupakan karya referensi paling besar, cepat berkembang, dan populer di Internet. Proyek Wikipedia bertujuan untuk memberikan ilmu pengetahuan manusia.

Mungkin itu adalah sedikit informasi tentang apa itu wikipedia, Menurut saya pembuatan wikipedia sendiri merupakan ide yang briliant dan patut mendapatkan apresiasi. Saya sendiri merasa sangat terbantu dengan adanya wikipedia ini. Wikipedia menyediakan informasi-informasi yang cukup akurat tentang segala unsur ilmu pengetahuan. Tak bisa dipungkiri jika kita sedang mengerjakan tugas yang memerlukan referensi dari berbagai sumber ilmu pengetahuan pastilah wikipedia salah satu tujuan utama.  ( baca selengapnya…)