Tulisan jalan

Tampilkan postingan dengan label Teknologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Teknologi. Tampilkan semua postingan

Senin, 27 Mei 2013

10 Gambar Menakjubkan Janin Binatang Yang Masih Di Dalam Kandungan

Ada satu fase dalam kehidupan makhluk hidup yang sangat-sangat rentan, fase ketika makhluk hidup tidak dapat membela diri atau melarikan diri dari bahaya karena masih tergantung sekali dengan induknya. Fase tersebut adalah ketika janin mulai terbentuk di dalam rahim. Kita tentu sering melihat fase manusia ketika masih janin di televisi maupun di fasilitas kesehatan yang ada di negeri ini. Namun bagaimana dengan janin binatang? dengan teknologi ultrasonik bisa dilakukan rekayasa bentuk janin binatang ketika masih di dalam rahim.Mari kita lihat sejenak 10 binatang yang masih berbentuk janin:

Lumba-Lumba
F5Dd1208-Ffb6-4Ec2-87A0-Cce94Ab23024
Sebagai keluarga mamalia yang hidup di air (dan kadang-kadang disangka ikan) lumba-lumba mengandung janin, berbeda dengan ikan yang bertelur. Gambar diatas adalah janin lumba-lumba berumur 6 bulan (Lumba-lumba mengandung selama 12 bulan).

Gajah
Screen Shot 2013-04-22 at 4.51.23 PM

Gajah mengandung selama 22 bulan, dan gambar diatas adalah janin berusia 11 bulan, tidak seperti manusia proporsi bentuk tubuh gajah mulai dari janin, kecil , sampai dewasa tetap sama

Hiu
Baby-Shark-Inside-Womb-11

Besarnya menakutkan, ketika janin pun sudah menakutkan, bayangkan saja janin pun sudah bergigi.

Penguin
Inthewomb11

Penguin dalam masa janin (didalam telur) sudah memiliki bulu, wajar mengingat lokasi penguin tersebut dilahirkan memiliki temperatur yang sangat dingin.

Anjing Cihuahua
Mitra 7 Likos

Cheetah

Cheetah-Fetus

Ular

080729-Snake-Embryo-02

Opossum



44Mdj4J4-1363588946


Keunikan Oposum adalah dia dilahirkan ketika masih berbentuk janin, janin ini lalu disimpan di kantong induknya untuk tumbuh besar.

Lemon Shark

30012

Alasan hiu ini disebut Lemon Shark karena hiu ini memiliki kelenjar yang mampu mengeluarkan aroma jeruk didalam air untuk menarik mangsa mendekat.

Beruang Kutub

417702238 640

Jumat, 10 Mei 2013

Melek IT dengan Angry Bird

KOMPAS.com - Bagi anak-anak di kota, komputer, laptop dan beragam gadget lainnya tentu bukan hal yang asing lagi. Tetapi, bagi para siswa Ratih Dwiastuti di SDN 4 Langkahan, Aceh Utara, komputer sekolah merupakan benda langka yang perlu dipelajari dan harus bergantian pula!

Ratih memiliki kesempatan untuk membuka wawasan mereka saat bertugas sebagai guru di sekolah tersebut melalui program Indonesia Mengajar. Sarananya, games Angry Bird yang lagi 'hits'. baca selengkapnya >>>

Teknologi, Membantu atau Menyulitkan Anak Belajar?

KOMPAS com – Anak-anak dibawah usia lima tahun memiliki kemampuan tinggi untuk menguasai teknologi baru. Mulai dari telepon pintar hingga komputer tablet dan permainan video, semakin banyak balita yang dengan penuh percaya diri menyentuh layar dan memencet aneka tombol.

Bahkan meski orang tua menikmati sekejap kedamaian setelah memberi anak piranti teknologi untuk bermain, para orang tua diam-diam khawatir bahwa ‘waktu layar’ akan merusak otak mereka. Namun ternyata layar bisa berguna dalam proses belajar dan semakin interaktif, semakin baik.
baca selengkapnya>>>

Minggu, 05 Mei 2013

Teknologi Mesin Cuci Khusus untuk Membersihkan Buku

Perbedaan yang mencolok tentunya terletak pada penggunaan air untuk mesin cuci pakaian sedangkan pada mesin cuci buku ini digunakan tanpa menggunakan air.

Pengembangan teknologi mesin cuci buku di China ini karena ternyata berdasarkan hasil penelitian menyebutkan jika membaca buku di perpustakaan umum ternyata bisa mendatangkan sumber penyakit. Terlebih apabila buku tersebut sering berpindah tangan dari satu orang ke orang lain. Sayangnya, belum semua orang menyadari akan hal itu atau mempedulikannya.  baca selengkapnya >>>

Rabu, 01 Mei 2013

Tabrakan Dua Galaksi Raksasa Diabadikan


Penulis : Yunanto Wiji Utomo
 
 ESA/NASA Citra Herschel menunjukkan galaksi HXMM01 hasil tabrakan dua galaksi pada 3 miliar tahun setelah Big Bang. Sementara citra Hubble menunjukkan dua galaksi yang merger sebelumnya.
KOMPAS.com — Tabrakan dua galaksi raksasa berhasil diabadikan. Fai Fu, peneliti dari University of California, Irvine, adalah orang yang berperan mengabadikan proses tabrakan galaksi itu.

Fu mengatakan, tabrakan galaksi raksasa itu terjadi di wilayah yang berjarak 11 miliar tahun cahaya dari Bumi. Hal itu berarti bahwa tabrakan galaksi tersebut terjadi pada masa 3 miliar tahun setelah Big Bang.

Awalnya, lewat pengamatan dengan teleskop antariksa Herschel, Fu hanya menemukan hasil tabrakan dari dua galaksi itu. Hasil tabrakan dua galaksi itu sendiri menghasilkan galaksi elips yang dinamai HXMM01.

Lewat pengamatan lebih lanjut dengan teleskop antartika Hubble dan Chandra serta pengamatan dari Bumi menggunakan fasilitas di Observatorium Keck di Hawaii, Fu mengungkap bahwa HXMM01 adalah hasil tabrakan dari dua galaksi yang awalnya berjarak 62.000 tahun cahaya.

Apa yang bisa dipelajari dari penemuan ini? Apakah penemuan ini hanya menyuguhkan foto astronomi yang indah?

Fu mengungkapkan, tabrakan galaksi ini bisa menggambarkan proses evolusi galaksi. Ada pandangan bahwa galaksi elips besar terbentuk dari banyak galaksi kecil yang bergabung. Sementara itu, pandangan lain menyatakan bahwa galaksi elips besar berasal dari dua galaksi besar yang bergabung.

Berdasarkan temuan yang dipublikasikan di jurnal Nature, Rabu (22/5/2013) ini, pandangan kedua yang menyatakan bahwa galaksi elips besar berasal dari dua galaksi besar yang bergabung tampaknya adalah yang benar.

"Saya pikir 90 persen dari galaksi elips dengan massa sebesar ini terbentuk lewat cara tersebut," kata Fu seperti dikutip Space, Rabu.

Penelitian juga mengungkap bahwa HXMM01 sebagai hasil gabungan dua galaksi besar merupakan galaksi elips yang sangat aktif. Galaksi ini punya 400 miliar bintang dan melahirkan 2.000 bintang per tahun. Galaksi Bimasakti sendiri hanya melahirkan 2-3 bintang baru per tahun.

Namun, pembentukan bintang di galaksi itu rupanya tak efisien. Dengan kecepatan pembentukan bintang yang tinggi, debu sebagai material pembentuk bintang cepat habis. Dalam 200 juta tahun, galaksi itu "mati".

Di sisi lain, penemuan ini juga menggambarkan masa depan Bimasakti yang diperkirakan akan bertabrakan dengan Andromeda 4 miliar tahun. Tabrakan akan menghasilkan galaksi yang oleh astronom telah dinamai Milkomeda. Bagaimana nasib manusia nanti? 

Sumber :