Tulisan jalan

Senin, 29 Juli 2013

Kunci Sukses Ramadhan



Segala puji hanyalah bagi Allah semata, sholawat dan salam semoga senantiasa tercurah pada nabi junjungan kita : Muhammad SAW, yang senantiasa kita harap syafaatnya pada hari kiamat kelak. Begitu pula kepada para sahabat dan keluarga beliau yang mulia, serta seluruh pengikut risalahnya hingga akhir nanti. Kaum  uslimin yang dirahmati Allah SWT. Sesungguhnya bulan Ramadhan yang mulia ini akan terasa begitu singkat. Hari-harinya akan berlalu begitu cepat, meninggalkan kita penuh penyesalan jika tidak segera tersadar untuk mengisinya dengan berbagai kebaikan. Isyarat begitu dalam tentang hari-hari Ramadhan kita dapatkan setelah ayat perintah kewajiban berpuasa, dimana Allah SWT berfirman : 

ياأيها الذين ءَامَنُواْ كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصيام كَمَا كُتِبَ عَلَى الذين مِن قَبْلِكُمْعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang orang sebelum kamu agar kamu bertakwa, (yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu “ (QS Baqoroh 183 )

Hanya beberapa hari tertentu saja, karena ia tidak akan lebih dari 29 atau 30 hari. Karenanya, tanpa mengetahui seluk beluk dan keutamaan ragam amal dalam Ramadhan, bisa jadi Ramadhan yang singkat akan benar-benar berlalu begitu saja, nyaris tanpa amal dan kenangan yang berarti. Naudzubillah tsumma naudzu billah ….
Kaum muslimin yang dirahmati Allah SWT ….

Setidaknya ada lima kunci sukses Ramadhan, yang jika kita menjalankannya dengan baik , insya Allah akan menjadikan Ramadhan kita lebih berharga, lebih terasa, dan lebih berkah insya Allah. Dengan lima hal tersebut, kita bisa meniti hari-hari Ramadhan dengan dipenuhi amal yang baik dan disyariatkan. Adapun lima hal tersebut adalah :

Pertama : Menghayati Hikmah dan Manfaat Puasa bagi Kita
Jika seorang memahami maksud, hikmah dan manfaat dari apa yang dilakukan, maka tentulah ia akan menjalankannya dengan ringan dan senang hati. Maka begitu pula seorang yang berpuasa, ketika ia benar-benar mampu menghayati hikmah puasa, maka ibadah yang terlihat berat ini akan dijalani dengan penuh kekhusyukan dan hati yang ringan. Diantara hikmah puasa antara lain adalah : Menjadi madrasah ketakwaan dalam diri kita, sebagaimana isyarat Al-Quran ketika berbicara kewajiban puasa, yaitu la’allakum tattaqun agar supaya engkau bertakwa. Hikmah puasa yang lain adalah menggugurkan dosa-dosa kita yang terdahulu, sebagaimana disebutkan dalam banyak riwayat seputar keutamaan ibadah puasa Ramadhan. Hikmah puasa berikutnya tentu saja menjadikan kemuliaan tersendiri bagi yang menjalaninya saat hari kiamat nanti. Jangankan amal ibadahnya, bahkan bau mulut orang yang berpuasa pun menjadi tanda kemuliaan tersendiri di akhirat nanti. Subhanallah, Rasulullah SAW bersabda :
“ Sungguh bau mulut orang yang berpuasa, lebih wangi di sisi Allah SWT dari aroma kesturi “ (HR Bukhori).

Dengan memahami hikmah puasa yang begitu besar dan mulia bagi diri kita, maka insya Allah membuat kita lebih semangat dalam menjalani hari-hari Ramadhan kita.

Kaum muslimin yang dirahmati Allah SWT ….

Adapun langkah sukses Ramadhan yang Kedua adalah : Mengetahui fiqh dan aturan-aturan dalam Ibadah Puasa. Dari Ibnu Abbas, Rasulullah SAW bersabda :
seorang faqih (ahli ilmu agama) lebih ditakuti syetan dari pada seribu ahli ibadah (tanpa ilmu)“. (HR Ibnu Majah).

Hadits diatas menegaskan kepada kita tentang urgensinya beribadah dengan ilmu. Bahkan salah satu syarat diterimanya ibadah adalah ittiba atau sesaui aturan dan sunnah Rasulullah SAW. Dalam kaitannya dengan puasa, sungguh ibadah ini mempunyai kekhususan dalam aturan fiqhnya yang berbeda dengan lainnya. Para ulama pun menjadikan bab puasa sebagai pembahasan khusus dalam kitab fiqhnya. Kita perlu mengkaji ulang, bertanya dan mempelajari apa-apa yang belum sepenuhnya kita yakini atau kita ketahui. Agar kita mampu menjalani ibadah ini dengan baik tanpa keraguan sedikitpun. Hal yang penting kita ketahui utamanya tentang apa-apa yang dibolehkan, apa-apa yang membatalkan, siapa saja yang boleh berbuka dan apa konsekuensinya. Mari kita sempatkan dalam hari-hari ini untuk kembali mengkaji fiqh seputar puasa. Tidak ada kata terlambat untuk sebuah ilmu ibadah yang mulia. 

Langkah Ketiga : Menjaga Puasa kita agar tetap utuh pahalanya
Yang dimaksud menjaga puasa kita adalah upaya untuk menjadikan pahala puasa kita utuh. Dua cara yang harus kita lakukan dalam kaitannya dengan hal ini, yaitu menjalani sunnah-sunnah puasa, serta menjauhi hal-hal yang bisa mengurangi pahala dan hikmah puasa. Adapun sunnah-sunnah puasa, antara lain adalah mengakhirkan sahur dan menyegerakan berbuka. Sunnah yang sederhana ini adalah bagian dari kemudahan dan keindahan syariat Islam. Kita diminta mengakhirkan sahur, sebagai persiapan untuk menjalani puasa seharian. Begitu pula kita diminta menyegerakan berbuka, sebagai kebutuhan fitrah manusia yang harus diperhatikan. Sunnah puasa lainnya adalah dengan berdoa sebelum dan saat berbuka, serta berbuka dengan seteguk air. Semoga sunnah yang sederhana ini bisa kita lakukan untuk mengoptimalkan pahala puasa kita.
Kaum muslimin yang dirahmati Allah SWT

Menjaga puasa juga dengan menjauhi segala sikap dan tindakan yang akan mengurangi keberkahan puasa  kita, seperti : marah tiada guna, emosional, berdusta dalam perkataan, ghibah, maupun kemaksiatan secara umum. Hal-hal semacam di atas, selain dilarang secara umum bagi seorang muslim, juga akan mempengaruhi kualitas puasanya di hadapan Allah SWT. Jauh-jauh hari Rasulullah SAW telah mengingatkan kepada kita :
Betapa Banyak Orang berpuasa tapi tidak mendapat (pahala) apa-apa dari puasanya kecuali hanya lapar, dan betapa banyak orang yang sholat malam (tarawih) tapi tidak mendapatkan apa-apa selain begadang saja (HR An-NAsai)

Mari kita mengambil pelajaran dari hadits di atas, untuk kemudian meniti hari-hari ramadhan kita dengan penuh kehati-hatian dan perhitungan. Siapapun kita tidak akan pernah rela jika hanya mendapat lapar dahaga saja di bulan mulia ini.

Keempat : Menghias Puasa kita dengan Ragam Amal yang disyariatkan dalam Ramadhan
Sesungguhnya ibadah dalam bulan Ramadhan bukan hanya puasa saja. Tetapi banyak ragam ibadah yang juga disyariatkan dalam bulan penuh berkah ini. Mari kita menghias Ramadhan dengan ibadah-ibadah mulia tersebut, agar ramadhan sebagai madrasah ketakwaan benarbenar hadir dalam hidup kita. Rasulullah SAW telah memberikan contoh pada kita bagaimana beliau menghias hati-hati Ramadhannya dengan : Tadarus Tilawah, memperbanyak sedekah, sholat tarawih, memberi hidangan berbuka, bahkan juga I’tikaf di masjid pada sepuluh hari yang terakhir. Jika kita ingin merasakan Ramadhan yang berbeda dan begitu bermakna, tentu menjadi penting bagi kita untuk menghias Ramadhan kita dengan amal ibadah tersebut. Keberkahan Ramadhan akan begitu terasa paripurna dalam hati kita. Amin Allahumma Amiin …
Kaum muslimin yang dirahmati Allah SWT ….

Langkah sukses yang terakhir atau kelima adalah : Mempertahankan atau menjaga semua amal dengan istiqomah hingga akhir Ramadhan.

Bulan ramdhan dipenuhi banyak amalan yang sungguh akan melelahkan sebagian besar orang. Karenanya kita sering menjadi saksi bagaimana kaum muslimin ‘berguguran’ dalam perlombaan Ramadhan ini sebelum mencapai garis finishnya. Sholat tarawih di masjid mulai menyusut sedikit demi sedikit seiring berlalunya hari-hari awal Ramadhan. Karenanya, merupakan hal yang tidak bisa dibantah adalah jika kesuksesan Ramadhan bergantung dari keistiqomahan kita menjalani semua kebaikan di dalamnya hingga akhir Ramadhan tiba. Syariat kita yang indah pun seolah memberikan motivasi di ujung ramadhan, agar kita bertambah semangat dalam beribadah, yaitu dengan menurunkan malam lailatul qadar yang mulia. Rasulullah SAW pun menjalankan I’tikaf untuk menutup bulan keberkahan ini. Beliau juga bersungguh-sungguh di penghujung Ramadhan. Ibunda Aisyah menceritakan kepada kita :
adalah Nabi SAW ketika masuk sepuluh hari yang terakhir (Romadhon), menghidupkan malam, membangunkan istrinya, dan mengikat sarungnya (HR Bukhori dan Muslim)

Akhirnya, marilah kita berusaha menjalankan lima kunci sukses Ramadhan di atas, agar usaha kita mendapatkan keberkahan dan kesuksesan Ramadhan benar-benar terarah dengan baik dan optimal. Semoga Allah SWT memudahkan dan memberikan kekuatan kepada kita.
Allahumma sholli ala sayyidinaa muhammad wa ‘ala aalihi wa ashabihi ajmain

Minggu, 28 Juli 2013

Kesalahan Orang Berpuasa

Alhamdulillah, kita bersyukur kepada Allah SWT yang telah meringankan hati kita dan memudahkan langkah kita bertemu dalam majelis ini. Semoga keselamatan dan kedamaian  tercurah kepada nabi Muhammad SAW, keluarga dan sahabat yang mulia, serta penerus  risalahnya hingga hari akhir nanti.
Kaum muslimin yang berbahagia ...

Sesungguhnya setiap ibadah mempunyai dua potensi yang selalu beriringan satu sama lainnya.  Satu sisi sebuah ibadah mungkin akan menjadi ladang pahala kita yang akan kita panen di  kampung akhirat nanti. Tapi sisi lain, jika kita tidak memenuhi syarat, adab dan rukunnya bisa  jadi sebuah ibadah justru menjadi fitnah bagi kita di hari akhir nanti. Naudzu billah min dzalika ...

Contoh yang paling jelas dalam masalah ini terdapat dalam sebuah ayat yang sudah sama-sama  kita hafal bersama, dalam surat al-Maun disebutkan ancaman Allah SWT kepada orang-orang  yang shalat. Allah berfirman dalam kitabnya yang mulia :

فَوَيْلٌ لِلْمُصَلِّينَ   ( ٤ )   الَّذِينَ هُمْ عَنْ صَلَاتِهِمْ سَاهُونَ
Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang salat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari  salatnya” (QS Al Ma'un 4-5)

Ayat di atas begitu lugas mengingatkan pada kita bahwa sholat bisa menjadi fitnah dan ancaman di akhirat nanti saat kita menjalankan tidak sesuai aturannya.
Kaum muslimin yang berbahagia ...

Lalu bagaimana dengan ibadah puasa Ramadhan kita ? Apakah ada ancaman tentang puasa  yang kita jalankan ? Sungguh setidaknya ada dua dalil yang juga mengingatkan kita dengan  gamblang tentang bahayanya orang berpuasa jika tidak memenuhi adab dan aturannya. Dalil  pertama, Rasulullah SAW telah memberikan prediksi bagaimana banyak orang yang berpuasa  tanpa hasil apapun keculai hanya lapar dahaga. Beliau bersabda dari lisannya yang mulia :
“ Betapa Banyak Orang berpuasa tapi tidak mendapat (pahala) apa-apa dari puasanya kecuali  hanya lapar, dan betapa banyak orang yang sholat malam (tarawih) tapi tidak mendapatkan  apa-apa selain begadang saja” (HR An-NAsai).

Dalil di atas seharusnya menjadi warning atau peringatan dini bagi kita dalam meniti hari-hari  Ramadhan kita, agar tidak termasuk golongan yang celaka dalam arti berpuasa tanpa pahala.  Peringatan berikutnya adalah dalam lafadz doa Jibril alaihissalam, dimana ia mendoakan  keburukan kepada mereka yang mendapati Ramadhan tapi tidak mendapat ampunan dari Allah  SWT. Diriwayatkan dalam hadits yang panjang :
“Dari Abu Hurairah: Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam naik mimbar lalu bersabda: ‘Amin,  Amin, Amin’. Para sahabat bertanya : “Kenapa engkau berkata demikian, wahai Rasulullah?” 

Kemudian beliau bersabda, “Baru saja Jibril berkata kepadaku: ‘Allah melaknat seorang hamba  yang melewati Ramadhan tanpa mendapatkan ampunan’, maka kukatakan, ‘Amin’, kemudian  Jibril berkata lagi, ‘Allah melaknat seorang hamba yang mengetahui kedua orang tuanya masih  hidup, namun tidak membuatnya masuk Jannah (karena tidak berbakti kepada mereka berdua)’,  maka aku berkata: ‘Amin’. Kemudian Jibril berkata lagi. ‘Allah melaknat seorang hambar yang  tidak bershalawat ketika disebut namamu’, maka kukatakan, ‘Amin” (HR Ibnu Khuzaimah  dishahihkan oleh Albani )  
  
Naudzu billah tsumma naudzu billah ... ibaratnya dalam pepatah bahasa kita, sudah jatuh  tertimpa tangga. Tidak mendapatkan ampunan dalam ramadhan sudah merupakan musibah  luar biasa, belum lagi ditambah doa laknat dati Jibril alaihissalam yang diaminkan oleh  Rasulullah SAW yang mulia ..!. Semoga kita tidak termasuk dalam dua golongan yang disebutkan  dalam dua hadits yang saya sebutkan di atas.  
  
Kaum muslimin yang berbahagia ..  
Rasanya menjadi penting bagi kita untuk mengetahui mengapa orang yang berpuasa bisa  mendapat kecelakaan yang sedemikian buruk semacam itu. Setidaknya ada empat kesalahan  orang berpuasa yang bisa menjerumuskan mereka dalam dosa dan kehinaan,  mari bersama  merenungkannya.   
  
Pertama : Mereka yang berpuasa tanpa keikhlasan

Rasulullah SAW bersabda dalam hadits yang sudah sangat populer di telinga kita : 

Innamal  a’maalu binniyaaat. Yaitu : Sesungguhnya setiap amal bergantung pada niatnya ( HR Muttafaqi Alaih).

Maka berpuasa tanpa keikhlasan ibaratnya surat perjanjian tanpa stempel  dan materai, menjadi tidak berlaku dan sia sia begitu saja. Pertanyaannya adalah, puasa  semestinya melatih orang untuk ikhlas, karena ia merupakan ibadah antara seorang hamba dan  Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda :  
Dari Abu Hurairah ra, dari Nabi SAW bersabda: “Semua amal manusia adalah miliknya, kecuali  puasa, sesungguhnya ia adalah milik-Ku dan Aku yang akan memberikan balasannya, (H.R.  Bukhari).  
  
Tapi sungguh sayang sekali, ternyata masih ada yang ternoda keikhlasannya dalam berpuasa  karena godaan riya, harta maupun kecenderungan diri pribadi. Puasa diliputi riya, karena ingin  dianggap, dihargai dan dipuji orang lain sebagai orang yang berpuasa. Bisa jadi karena ewuh  pakewuh dengan mertua, atau takut dengan pimpinan di kantor, atau mungkin ingin eksis di  tengah rekan sejawat. Semua itu sungguh meluruhkan pahala puasa yang mulia.  Ada pula orang  yang  berpuasa karena mengincar harta, mungkin saja ini lebih banyak terjadi pada anak-anak  kita yang mengidamkan hadiah dari para orangtua saat lebaran nanti, karena mampu  
menyelesaikan puasa dengan sempurna. Selain itu, ada juga yang berpuasa dengan  bersemangat, bukan karena kewajiban semata tetapi juga karena keinginan pribadi untuk diet  dan menurunkan berat badan. Sungguh ini semua jika tidak dihapus dalam hati, akan mengotori  keikhlasan puasa kita, dan kita terjerumus dalam golongan mereka yang berpuasa tanpa pahala.  
  
Kaum muslimin yang berbahagia ..
Yang kedua adalah mereka yang berpuasa tanpa ilmu

Tidak mengetahui mana yang membatalkan dan mana yang tidak. Maka mereka menjalani puasa tanpa aturan, atau  memahami tidak dengan sepenuhnya benar. Akibatnya, puasa mereka menjadi begitu rapuh  dan tanpa makna. Menyangka telah melakukan hal yang benar padahal sejatinya salah.  Dari  Ibnu Abbas, Rasulullah SAW bersabda :
seorang faqih (ahli ilmu agama) lebih ditakuti syetan  dari pada seribu ahli ibadah (tanpa ilmu) “. (HR Ibnu Majah).

Maka marilah meningkatkan kualitas ibadah puasa kita dengan memahami sepenuhnya hukum-hukum seputarnya. Mari terus membaca, mengkaji dan bertanya, agar bisa menjalankan seluruh  rangkaian ibadahnya dengan keyakinan yang nyaris sempurna. 
  
Kaum muslimin yang berbahagia ..
Golongan orang berpuasa yang celaka ketiga adalah merkea yang berpuasa hanya dari makan minum dan berhubungan badan semata,

dan merasa bahwa dengan itu mereka sudah  memenuhi semua ketentuan dan tuntutan puasa.  Barangkali kita perlu mengingat lebih dalam  himbauan rasulullah SAW berkaitan dalam masalah ini : 
                                                
Barang siapa yang tidak meninggalkan berkata dusta dan beramal kedustaan, maka Allah SWT  tidak membutuhkan dia meninggalkan makan dan minumnya”  (HR Bukhori)

Mereka dalam masalah ini berpuasa tetapi tidak mampu menundukkan nafsu dan emosinya.  Maka mereka menodai siang hari ramadhan dengan lisan yang tak terjaga dari ghibah, marah  dan berkata dusta, atau anggota badan yang tidak terjaga dari dosa dan kemaksiatan.
  
Kaum muslimin yang berbahagia ..
  
Yang keempat adalah mereka yang menjalankan ibadah puasa dengan penuh kemalasan, dalam  arti tidak menyadari kemuliaan bulan Ramadhan yang bertaburan berkah.

Mereka tidak  menyadari dan memahami bahwa Ramadhan bukan hanya bulan puasa saja, tetapi lebih dari itu  ia adalah bulan musim kebaikan yang disyariatkan banyak amal kebaikan. Rasulullah SAW  bersabda tentang bulan mulia ini :

“(Bulan dimana) dibuka pintu-pintu surga, ditutup pintu-pintu  neraka, syetan-syetan dibelenggu. Dan berserulah malaikat : wahai pencari kebaikan,  sambutlah. Wahai pencari kejahatan, berhentilah” (demikian) sampai berakhirnya ramadhan (  HR Ahmad)   
  
Golongan ini berpuasa tetapi tidak menjalankan tarawih, tilawah dan tadarus. Tidak pula  berusaha untuk bersedakah, memberi berbuka pada orang yang berpuasa. Atau tidak pula  menyempatkan diri untuk i’tikaf dan amal kebaikan secara umum. Mereka hanya berpuasa dan  menjadikan puasa sebagai alasan untuk bermalas-malasan di siang hari, lalu makan pestapora di  malam hari.  
  
Akhirnya, semoga kita terhindar dari peringatan Rasulullah SAW tentang mereka yang berpuasa tapi sia-sia dalam pahalan dan keutamannya. Semoga Allah SWT menjaga kita agar tidak  terjerumus dalam empat golongan mereka yang berpuasa tapi celaka. Wallahu a’lam bisshowab

Selasa, 25 Juni 2013

CARA PENGHITUNGAN PESANGON PENSIUN PNS/ASN


Para pegawai negeri sipil yang akan pensiun kedepan, tidak akan lagi menerima gaji pensiun mereka per bulan. Namun Pemerintah akan langsung memberikan pesangon ASN sekaligus, seperti halnya pensiun karyawan di Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Pada tanggal 3 April 2012, Bpk Agus D.W. Martowardojo selaku Menteri Keuangan RI telah menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 50/PMK.010/2012 tentang Perubahan Ketiga Atas Keputusan Menteri Keuangan Nomor 343/KMK.017/1998 tentang Iuran dan Manfaat Pensiun.

Sistem pembayaran dana pensiun PNS/ASN dengan sistem pesangon PNS ini mulai berlaku setelah 6 (enam) bulan terhitung sejak tanggal diundangkan yaitu setelah tgl 3 Oktober 2012 dan yang menarik dari PMK No.50/2012 tersebut adalah adanya perubahan jumlah Manfaat Pensiun yang dapat dibayarkan secara sekaligus.

Inti dari Permenkeu itu adalah gaji pensiun PNS akan disamakan dengan karyawan BUMN. Langsung diberi pesangon satukali.

Untuk petunjuk teknis pemberian pesangon PNS masih menunggu aturan pelaksanaanya. Saat ini belum ditetapkan aturan pelaksanaanya. Aturan ini baru dikirim oleh BKN, tiga minggu lalu. Pemberian pesangon satu kali kepada PNS/ASN ini yang pensiun sebenarnya sudah lama diwacanakan.

Cara Menghitung Jumlah Pesangon (Dana Pensiun) PNS/ASN
Cara Menghitung Jumlah Pesangon (Dana Pensiun) PNS/ASN, untuk pemberian pesangon PNS yang pensiun wacana yang berkembang rumus yang akan digunakan yaitu gaji pokok pensiun x 12 bulan x masa kerja.
 
Dalam PMK No. 50/2012, diatur tentang Dana Pensiun yang menyelenggarakan Program Pensiun Manfaat Pasti yang membayarkan manfaat pensiunnya dengan menggunakan rumus bulanan maupun rumus sekaligus.

Bagi Dana Pensiun yang menyelenggarakan Program Pensiun Manfaat Pasti dengan menggunakan rumus bulanan, diatur sbb:

• Dalam hal Manfaat Pensiun yang akan dibayarkan per-bulan kurang dari atau sama dengan Rp.1.500.000,- maka Nilai sekarang dari Manfaat Pensiun tersebut dapat dibayarkan sekaligus.
Contoh : Bp.A akan pensiun di usia 55 tahun, dengan masa kerja 25 tahun dan penghasilan dasar pensiun sebesar Rp 1.800.000,-
Manfaat Pensiun Bp. A dihitung dengan menggunakan rumus bulanan sebesar :
MP = 2,5% x MK x PhDP atau
2.5% x 25 th x Rp.1.800.000,- = Rp.1.125.000,-
MP bulanan Bp. A lebih kecil dari ketentuan Menteri Rp 1.500.000,- sehingga sesuai pilihan peserta Manfaat Pensiunnya dapat dibayarkan secara sekaligus yang besarnya ditentukan oleh Faktor pada Tabel Nilai Sekarang untuk Konversi Sekaligus Manfaat Pensiun berdasarkan usia Peserta & Janda/ Duda. 

Berapa Nilai Sekarang Manfaat Pensiun yang akan dibayarkan sekaligus kepada Bp. A :
Perhitungan Manfaat Pensiun Sekaligus = Faktor Nilai Sekarang (FNS) x MP sebulan
- FNS di usia 55 th : 138.67519
- MP sebulan Rp. 1.125.000,-
MP Sekaligus = 138.67519 x Rp. 1.125.000,- = Rp. 156.009.590,-
Jadi yang dapat dibayarkan sekaligus kepada Bp. A adalah Rp.156.009.590,-.

• Dalam hal Manfaat Pensiun yang sedang berjalan/telah diterima setiap bulan oleh pensiunan, janda/duda atau anak yang besarnya kurang dari atau sama dengan Rp.1.500.000,- Nilai Sekarang dari Manfaat Pensiun yang belum dibayarkan tersebut dapat dibayarkan secara sekaligus.
Contoh : Bp.A telah pensiun sejak th. 2005 dan setiap bulannya dibayarkan MP sebesar Rp.1.125.000,- saat ini menginginkan manfaat pensiunnya dibayarkan sekaligus, berapa jumlah MP Sekaligus yang dapat dibayarkan kepada Bp A.
Perhitungan Manfaat Pensiun Sekaligus = Faktor Nilai Sekarang (FNS) x MP sebulan
- FNS pada usia 60 tahun : 130.919048
- MP sebulan : Rp. 1.125.000,-
(FNS = Faktor pada Tabel Nilai Sekarang untuk Konversi Sekaligus Manfaat Pensiun berdasarkan usia peserta & janda/duda).
MP Sekaligus : 130.919048 x Rp 1.125.000,- = Rp. 147.283.930,- 
Jadi MP Sekaligus yang dapat dibayarkan kepada Bp A sebesar Rp 147.283.930,-
(catatan : dalam hal ini Bp.A telah menikmati manfaat pensiun bulanan yang telah dibayarkan/berajalan selama kurang lebih 7 tahun).

PMK tsb juga mengatur jumlah manfaat pensiun yang dapat dibayarkan secara sekaligus dalam hal Dana Pensiun yang menyelenggarakan Program Pensiun Manfaat Pasti dengan menggunakan rumus sekaligus besarnya kurang dari atau sama dengan Rp.500.000.000,- manfaat pensiun tersebut dapat dibayarkan sekaligus, jumlah tersebut meningkat dari sebelumnya sebesar Rp.100.000.000,-

Kapan pembayaran dana pensiun PNS/ASN dengan pesangon sekaligus ini akan diaplikasikan? Bila merujuk pada aturan, enam bulan setelah Permen ditetapkan segera akan diberlakukan. Kalau kita merujuk Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 50/PMK.010/2012 Oktober ini seharusnya sudah berlaku.

Sumber : http://asn-id.blogspot.com/2012/10/Menghitung-Jumlah-Pesangon-Pensiun-PNS-ASN.html

Senin, 24 Juni 2013

Cara memasang kalender diblog

Pada kesempatan ini saya akan berbagi posting cara pemasangan kalender pada blog. caranya cukup mudah dan sederhana. saudara bisa lihat contoh tampilan kalender yang ada pada samping kanan blog ini. ingin tahu caranya, mari kita langsung saja !

  1. Silahkan kamu kunjungi situs http://free-blog-content.com/, Lalu pilihlah kategori calender.
  2. Pilih model kalender yang Anda sukai dan copy script yang ada dibawahnya.
  3. Klik opsi Rancangan.
  4. Klik Elemen Laman.
  5. Klik Tambah Gedget.
  6. Pilih HTML/JavaScript.
  7. Pastekan code script yang sudah Anda copy tadi ke dalam konten HTML tersebut.
  8. Lalu Save dan selesai.

Contoh salah satu tampilan kalender :

To get this Calendar:
To get this Calendar:
To get this Calendar:
Please do not modify the code, keep it intact when copying and pasting.

To get this Calendar:
To get this Calendar:

Kamis, 20 Juni 2013

Mendidik Anak Melalui Cerita Dongeng Anak

Adakah proses pembelajaran dalam cerita dongeng anak? Membacakan dongeng kepada anak pada sebagian keluarga merupakan sebuah ritunitas yang biasa dilakukan sebelum tidur. Tetapi seiring dengan kesibukan orang tua yang semakin padat, membuat orang tua tidak memiliki cukup waktu untuk membacakan dongeng kepada anak mereka. Padahal membacakan cerita dongeng anak bukan semata-mata cara membuat anak tertidur. Tetapi kegiatan ini merupakan bagian dari kreasi pembelajaran bagi anak.


cerita dongeng anak memberikan dampak keceriaan pada kehidupan masa kanak-kanak. Keceriaan ini tidak hanya memiliki misi untuk memberikan nasehat kepada anak, tetapi keceriaan ini akan berimbas kepada meningkatnya kesehatan anak, terbentuknya mental yang tangguh dan pengalaman moral yang akan mempengaruhi karakter anak pada saat dewasa.

Sebagai contoh, cerita dongeng anak Putri Salju. Dalam membacakan dongeng Putri Salju, perlu anda tekankan karakter-karakter baik hati dari sang putri kepada anak. Adanya tokoh dengan karakter antagonis juga perlu anda garis bawahi. Menjelaskan mana yang baik dan mana yang tidak baik dan kemudian merefleksikan kisah tersebut dalam kehidupan sehari-hari si anak akan semakin membuat anak faham tentang apa yang boleh dan tidak boleh dilakukannya, sekaligus tentang bagaimana berinteraksi terhadap sesama dengan baik. Pada bagian ini, kecerdasan emosional anak yang ditempa.

Membacakan cerita dongeng anak akan mengasah kreatifitas anak. Pada anak-anak, mereka mimiliki ruang imajinasi yang luas. Dongeng yang anda bacakan akan melatih imajinasinya ke arah yang positif. Imajinasi yang positif akan melairkan kreatifitas yang mengagumkan.

Komunikasi antar tokoh dalam cerita dongeng anak juga memberikan kontribusi tersendiri dalam proses pembelajaran. Lewat komunikasi tersebut, anak akan belajar tentang keterampilan berkomunikasi. Komunikasi tokoh dongeng yang anda sampaikan dengan baik akan memberi anak anda contoh bagaimana cara bertutur kata yang baik dan sopan.

Tips Membcakan Cerita Dongeng Anak
Berikut ini ada beberapa tips membaca cerita dongeng anak agar dongeng yang anda bacakan menjadi pengalaman yang menarik bagi anak anda dan pesan-pesan yang terkandung di dalam dongeng mampu mereka mengerti:

Membacalah dengan enjoy.
Alokasikan waktu yang cukup untuk agenda membacakan dongeng anak – anak. Tidak harus waktu menjelang tidur. Karena hal terpenting yang harus dilakukan ketika membacakan cerita dongeng anak adalah anda harus enjoy. Waktu yang luang akan membuat anda semakin menikmati kegiatan membacaka dongeng. Dengan menunjukkan kenikmatan dan kesenangan anda dalam membacakan dongeng, anak anda akan lebih tertarik mendengarkan kelanjutan cerita di dalam dongeng.

Bacalah sesuai dengan alur dongeng.
Setiap cerita memiliki alur yang berbeda. Tugas anda ketika membacakan cerita dongeng anak adalah mengajak anak anda masuk kedalam cerita. Ini hanya akan terjadi ketika anda membaca sesuai alur ceritanya.

Diskusikan dengan anak anda gambar-gambar yang terdapat dalam buku cerita dongeng anak.
Untuk buku cerita dongeng anak yang dilengkapi gambar, tunjukkan gambar itu kepada anak anda. Manfaatkan gambar tersebut sebagai topik diskusi dengan anak anda. Biarkan anak anda dengan bebas menginterpretasikan gambar tersebut berdasarkan dongeng yang telah didengarnya.

Jawab pertanyaan anak.
Anak anda akan memunculkan banyak pertanyaan  ketika anda membacakan cerita dongeng anak. Mereka mungkin akan bertanya tentang kosakata yang tidak dimengerti ataupun tentang jalannya cerita. Ini memberikan anda kesempatan untuk menjelaskan banyak hal kepada anak anda.

Sampaikan pesan moral dari dongeng.
Setelah dongeng usai dibacakan kepada anak, jangan lupa untuk mengupas pesan moral dari cerita dongeng anak yang telah dibacakan. Meminta anak untuk terlebih dahulu menyampaikan pelajaran dari dongeng akan mengasah kemampuan anak untuk menganalisa. Setelah anak menyampaikan, giliran anda untuk menjelaskan kepadanya dengan bahasa yang mudah di fahami.
Dengan membacakan cerita dongeng anak akan membantu perkembangan emosional anak anda dan bisa meningkatkan daya imaginya.

Rabu, 12 Juni 2013

BIOGRAFI

Silahkan download free >>>>>>>>

Keluarga Rasulullah

صلى ا لله عليه وسلم
Istri- istri Nabi زوجات النبي 
  1. Khadijah binti Khuwailid (wafat 3 SH)
  2. Zainab binti Khuzaimah (wafat 1 SH)
  3. Aisyah binti Abu Bakar (wafat 57 H)
  4. Hafsah binti Umar (wafat 45 H)
  5. Juwairiah binti Harits bin Abu Dhirar (wafat 56 H)
  6. Maimunah binti Harits (wafat 50 H)
  7. Mariah Qibtiah (wafat 16 H)
  8. Saudah binti Zam`ah (wafat 23 H/ 643 M)
  9. Sofiah binti Huyai bin Akhtab (wafat 50 H)
  10. Ummu Habibah binti Abu Sofyan (wafat 44 H)
  11. Ummu Salamah (wafat 57 H)
  12. Zainab binti Jahsy (wafat 20 H)
Putra-putri Nabi
  1. Al- Qasim bin Muhammad
  2. Zainab binti Muhammad (wafat 8 H.) 
  3. Ruqayyah binti Muhammad (wafat 2 H)
  4. Ummu Kultsum (wafat 9 H)
  5. Fatimah Az-Zahra (wafat 11 H)
  6. Abdullah bin Muhammad (meninggal ketika kecil) 
  7. Ibrahim bin Muhammad (wafat 10 H ketika kecil) 
Cucu Nabi 
  1. Abdullah bin Usman bin Affan (Putra Ruqayyah) 
  2. Ali bin Abul Ash (Putra Zainab.meninggal ketika kecil.) 
  3. Hasan bin Ali bin Abu Talib (3-50 H.)
  4. Husain bin Ali bin Abu Talib (4-61 H)
  5. Zainal Abidin (wafat 93H)
  6. Ummi Kultsum binti Ali bin Abu Thalib (wafat.75H)
Paman Nabi 
  1. Abbas bin Abdul Mutalib (wafat 32 H)
  2. Abu Thalib bin Abdul Muthalib (wafat 3 SH)
  3. Hamzah bin Abdul Mutalib (wafat 3 H)

 

Para Ulama Ahlul Hadits

بسم الله الرحمن الرحيم 
Biografi para ulama ahlul hadits mulai dari zaman sahabat hingga sekarang yang masyhur : 
1. Khalifah ar-Rasyidin :


2. Al-Abadillah :
  1.  Ibnu Umar
  2.  Ibnu Abbas
  3.  Ibnu Az-Zubair
  4.  Ibnu Amr
  5.  Ibnu Mas’ud
  6.  Aisyah binti Abubakar
  7.  Ummu Salamah
  8.  Zainab bint Jahsy
  9.  Anas bin Malik
  10.  Zaid bin Tsabit
  11.  Abu Hurairah
  12.  Jabir bin Abdillah
  13.  Abu Sa’id Al-Khudri
  14.  Mu’adz bin Jabal
  15.  Abu Dzarr al-Ghifari
  16.  Sa’ad bin Abi Waqqash  
  17.  Abu Darda’ 

 3. Para Tabi’in :

  1.   Sa’id bin Al-Musayyab wafat 90 H
  2.   Urwah bin Zubair wafat 99 H
  3.   Sa’id bin Jubair wafat 95 H
  4.   Ali bin Al-Husain Zainal Abidin wafat 93 H
  5.   Muhammad bin Al-Hanafiyah wafat 80 H
  6.   Ubaidullah bin Abdillah bin Utbah bin Mas’ud wafat 94 H
  7.   Salim bin Abdullah bin Umar wafat 106 H
  8.   Al-Qasim bin Muhammad bin Abi Bakr Ash Shiddiq 
  9.   Al-Hasan Al-Bashri wafat 110 H
  10.   Muhammad bin Sirin wafat 110 H
  11.   Umar bin Abdul Aziz wafat 101 H
  12.   Nafi’ bin Hurmuz wafat 117 H 
  13.   Muhammad bin Syihab Az-Zuhri wafat 125 H 
  14.   Ikrimah wafat 105 H 
  15.   Asy Sya’by wafat 104 H 
  16.   Ibrahim an-Nakha’iy wafat 96 H 
  17.   Aqamah wafat 62 H 

   4. Para Tabi’ut tabi’in :

  1.   Malik bin Anas wafat 179 H
  2.   Al-Auza’i wafat 157 H
  3.   Sufyan bin Said Ats-Tsauri wafat 161 H
  4.   Sufyan bin Uyainah wafat 193 H
  5.   Al-Laits bin Sa’ad wafat 175 H
  6.   Syu’bah ibn A-Hajjaj wafat 160 H
  7.   Abu Hanifah An-Nu’man wafat 150 H 

   5. Atba’ Tabi’it Tabi’in : Setelah para tabi’ut tabi’in:

  1.   Abdullah bin Al-Mubarak wafat 181 H
  2.   Waki’ bin Al-Jarrah wafat 197 H
  3.   Abdurrahman bin Mahdy wafat 198 H
  4.   Yahya bin Sa’id Al-Qaththan wafat 198 H
  5.   Imam Syafi’i wafat 204 H 

       6. Murid-Murid atba’ Tabi’it Tabi’in :

  1.   Ahmad bin Hambal wafat 241 H
  2.   Yahya bin Ma’in wafat 233 H
  3.   Ali bin Al-Madini wafat 234 H
  4.   Abu Bakar bin Abi Syaibah Wafat 235 H
  5.   Ibnu Rahawaih Wafat 238 H
  6.   Ibnu Qutaibah Wafat 236 H 

     7. Kemudian murid-muridnya seperti:

  1.   Al-Bukhari wafat 256 H
  2.   Muslim wafat 271 H
  3.   Ibnu Majah wafat 273 H
  4.   Abu Hatim wafat 277 H
  5.   Abu Zur’ah wafat 264 H
  6.   Abu Dawud : wafat 275 H
  7.   At-Tirmidzi wafat 279
  8.   An Nasa’i wafat 234 H
8. Generasi berikutnya : orang-orang generasi berikutnya yang berjalan di jalan mereka adalah:

  1.   Ibnu Jarir ath Thabary wafat 310 H
  2.   Ibnu Khuzaimah wafat 311 H
  3.   Muhammad Ibn Sa’ad wafat 230 H
  4.   Ad-Daruquthni wafat 385 H
  5.   Ath-Thahawi wafat 321 H
  6.   Al-Ajurri wafat 360 H
  7.   Ibnu Hibban wafat 342 H
  8.   Ath Thabarany wafat 360 H
  9.   Al-Hakim An-Naisaburi wafat 405 H
  10.   Al-Lalika’i wafat 416 H
  11.   Al-Baihaqi wafat 458 H
  12.   Al-Khathib Al-Baghdadi wafat 463 H
  13.   Ibnu Qudamah Al Maqdisi wafat 620 H
9. Murid-Murid Mereka :

  1.   Ibnu Daqiq Al-led wafat 702 H
  2.   Ibnu Taimiyah wafat 728 H
  3.   Al-Mizzi wafat 742 H
  4.   Imam Adz-Dzahabi (wafat 748 H)
  5.   Imam Ibnul-Qoyyim al-Jauziyyah (wafat 751 H)
  6.   Ibnu Katsir wafat 774 H
  7.   Asy-Syathibi wafat 790 H
  8.  Ibnu Rajab wafat 795 H
10. Ulama Generasi Akhir :

  1.  Ash-Shan’ani wafat 1182 H
  2.  Muhammad bin Abdul Wahhab wafat 1206 H
  3.  Muhammad Shiddiq Hasan Khan wafat 1307 H
  4.  Al-Mubarakfuri wafat 1427 H
  5.  Abdurrahman As-Sa`di wafat 1367 H
  6.  Ahmad Syakir wafat 1377 H
  7.  Muhammad bin Ibrahim Alu Asy-Syaikh wafat 1389 H
  8.  Muhammad Amin Asy-Syinqithi wafat 1393 H
  9.  Muhammad Nashiruddin Al-Albani wafat 1420 H
  10.  Abdul Aziz bin Abdillah Baz wafat 1420 H
  11.  Hammad Al-Anshari wafat 1418 H
  12.  Hamud At-Tuwaijiri wafat 1413 H
  13.  Muhammad Al-Jami wafat 1416 H
  14.  Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin wafat 1423 H
  15.  Muqbil bin Hadi Al-Wadi’i wafat 1423 H
  16.  Shalih bin Fauzan Al-Fauzan hafidhahullah
  17.  Abdul Muhsin Al-Abbad hafidhahullah
  18.  Rabi’ bin Hadi Al-Madkhali hafidhahullah
Sumber: Makanatu Ahli Hadits karya Asy-Syaikh Rabi bin Hadi Al-Madkhali dan Wujub Irtibath bi Ulama dengan sedikit tambahan.

Para Sahabat Rasulullah 

صلى ا لله عليه وسلم
  1. Abdullah bin Jahsy (wafat 3 H)
  2. Abbas bin Abdul Muthalib (wafat 32 H)
  3. Abdullah bin Abbas (wafat 68 H)
  4. Abdullah bin Amru bin Ash (wafat 65 H)
  5. Abdullah bin Khuzafah As Sahmi (wafat 28 H)
  6. Abdullah bin Masud bin Gafil (wafat 32 H)
  7. Abdullah bin Rawahah (wafat 8 H)
  8. Abdullah bin Salam (wafat 43 H)
  9. Abdullah bin Umar bin Khattab (wafat 73 H)
  10. Abdullah bin Ummi Maktum (wafat 14 H)
  11. Abdullah bin Zubair (wafat 73 H)
  12. Abdurrahman bin Auf (wafat 32 H)
  13. Abu Bakr Siddik (51 SH-13 H)
  14. Abu Dardaa (wafat 32 H)
  15. Abu Hurairah (wafat 59 H)
  16. Abu Musa Asy’ari (wafat 44 H)
  17. Abul Ash bin Rabi’ al Absyamial Qurasyi
  18. Abu Sufyan bin Harists
  19. Abu Thalhah An.Anshary
  20. Abu Dzarr Al Gifari (wafat 32 H)
  21. Adi bin Hatim (wafat 68 H)
  22. Ali bin Abu Thalib (23 SH-40 H)
  23. Anas bin Malik bin Nadar (wafat 93 H)
  24. Bilal bin Rabah Al Habasyi (wafat 20 H)
  25. Hakim bin Huzam (wafat 54 H)
  26. Hamzah bin Abdul Muthalib (wafat 3 H)
  27. Hasan bin Ali (wafat 50 H)
  28. Husein bin Ali (Wafat ..H)
  29. Huzaifah bin Yamman (wafat 36 H)
  30. Jakfar bin Abu Thalib (wafat 8 H)
  31. Muawwiyah bi Abu Sofyan (20 SH-60 H)
  32. Muaz bin Jabal (wafat 18 H)
  33. Rabi’ah bin Ka’ab
  34. Said bin Amir Huzaim Al Jumahi
  35. Said bin Zaid
  36. Tsumamah bin ‘Utsal
  37. Thufeil bin Amr Addausi
  38. Umar bin Khaththab (40 SH-23 H)
  39. Umair bin Sa’ad
  40. Usamah bin Zaid
  41. Uqbah bin ‘Amir al Juhani
  42. Ustman bin Afffan (47 SH-35 H)
  43. Usaid bin Hudhair
  44. Zaid bin Tsabit (wafat 45 H)
  45. Para Sahabat Rasulullah Lainnya (Baca selanjutnya)

Para Shahabiyah Rasulullah

صلى ا لله عليه وسلم

  1. Asma binti Abu Bakar (wafat 73 H)
  2. Asma Binti Yazid Al-Anshariah (wafat 30 H)
  3. Asma binti ‘Umais (Ummu Ubdillah)
  4. Asy Syfa binti Harits
  5. Barirah maulah ‘Aisyah
  6. Hamnah bintu Jahsyi
  7. Hindun binti ‘Utbah
  8. Khansa binti Amru wafat 24 H
  9. Khaulah binti Tsa’labah
  10. Rubai bin Ma’udz
  11. Raihanah binti Zaid bin Amru
  12. Shafiyah binti Abdul Muththalib
  13. Sumayyah binti Khayyath
  14. Umamah Bintu Abil ‘Ash
  15. Ummu Athiyyah Al-Anshariyah
  16. Ummu ‘Aiman (Barkah bintu Tsa’labah bin ‘Amr)
  17. Ummu Fadhl (Lubabah binti al-Haris)
  18. Ummu Hani’ binti Abi Thalib
  19. Ummu Syuraik al Quraisyiah
  20. Ummu Haram (Malikah binti Milhan bin Khalid Al-Anshariah) wafat 28 H
  21. Ummu Halim bin Harits
  22. Ummu Umarah (Nusaibah binti Kaab) wafat 13 H
  23. Ummu Ma’bad Al-Khuza’iyah
  24. Ummu Waraqah binti Naufal
  25. Ummu Ruman bintu ‘Amir
  26. Ummu Sulaim binti Malhan
  27. Para Shahabiyah Rasulullah lainnya (Baca Selanjutnya)

Para Tabi'in dan Tabiut Tabi'in

  1. Abdullah bin Tsuaib (Abu MuslimAl Khaulani)
  2. Abdullah bin al-Mubarak
  3. Abu Hanifah
  4. Aisyah binti Thalhah
  5. Amir Bin Abdillah Attamimi
  6. Atba’ bin Abi Rabah
  7. Zainal Abidin bin Husain Ali Abithalib
  8. Hasan Al-Bashri
  9. Muhammad ibnu Wa’asi al Azdiy
  10. Muhammad bin Sirin
  11. Rabi’ah ar Ra’yi
  12. Said Ibnu al Musayaab
  13. Said ibnu Jubair
  14. Salamah ibnu Dinar
  15. Shilah bin Asy Syam al ‘Adawi
  16. Syuraih al Qadli
  17.  Thaawus ibnu Kaisan
  18. Urwah bin Zubair
  19. Umar bin Abdul Aziz
  20. Abdul Malik bin Umar bin Abdul Aziz
  21. Qosim bin Muhammad bin Abi Bakr
Sedangkan para Tabi’ut Tabi’in dan murid muridnya serta generasi sesudahnya telah disebutkan pada biografi diatas antara lain seperti:Malik bin AnasImam Al Auza’ISufyan Ats-TsauriAbu HanifahImam Syafee’IImam HambaliImam MuslimImam BukhariImam Abu DawudImam HatimImam Zur’ahImam TirmidziImam Nasa’i. Serta generasi berikutnya.

Para Ulama Salaf Lainnya


لَا تَزَالُ طَائِفَةٌ مِنْ أُمَّتِي ظَاهِرِينَ عَلَى الْحَقِّ لَا يَضُرُّهُمْ مَنْ خَذَلَهُمْ حَتَّى يَأْتِيَ أَمْرُ اللَّهِ وَهُمْ عَلَى كَذَلِكَ
Akan senantiasa ada sekelompok orang dari kalangan ummatku yang menegakkan/ berdiri di atas perintah Allah, tidak akan memadhorotkan mereka siapa yang menghina dan menyelisihi mereka sampai datang perkara Allah (yaitu hari kiamat) dan mereka tetap dalam keadaan demikian“. [Muttafaqun 'alaih, hadits dari Mu'awiyah]

Para Ulama Salaf Ahlul Hadits selain yang disebutkan diatas yang masyur dizamannya antara lain :
  1. Imam Abu ‘Ubaid Al-Qasim bin Sallam (wafat 220H)
  2. Ibnu Abi Syaibah (159-235 H)
  3. Imam Asy Syaukani (172-250 H)
  4. Imam al-Muzanniy (wafat 264H)
  5. Imam Al Ajurri (190-292H)
  6. Imam Al Barbahari (wafat 329 H)
  7. Abdul Qadir Al Jailani (471-561 H)
  8. Al-Hafidh Al Mundziri 581-656H
  9. Imam Nawawi (631-676H)
  10. Imam Ibnul-Qoyyim al-Jauziyyah (wafat 751 H)
  11. Ibnu Hajar Al ‘Asqolani (773-852 H)
  12. Imam As Suyuti (849-911 H)
Para Ulama sekarang yang berjalan diatas As-Sunnah yaitu:
Para Ulama Sekarang Yang Berjalan Di Atas As-Sunnah Antara Lain:

‘Ulama Saudi Arabia:

  1. Al ‘Allamah asy Syaikh Muhammad Mukhtar Amin asy Syanqithiy– shohibut Tafsir adh wa’ul bayan. Beliau termasuk salah satu guru Syaikh Muhammad bin Sholih al ‘Utsaimin
  2. Al ‘Allamah asy Syaikh Abdurrohman bin Nashir as Sa’di , pemilik kitab Tafsir Karimur Rohman fi Kalamil Mannan atau yang lebih dkenal Tafsir as Sa’diy
  3. Samahatusy Syaikh al ‘allamah Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz
  4. Faqihul zaman al ‘allamah asy Syaikh Muhammad bin Sholih al Utsaimin
  5. Al ‘allamah al muhaddits asy syaikh Adbul Muhsin bin Hammad al ‘Abbad al Badr, Beliau termasuk ulama senior saat ini, mengajar di Masjid Nabawi.
  6. Al ‘allamah asy Syaikh Doktor Sholih Fauzan al Fauzan anggota Haiah Kibarul ‘Ulama
  7. Al ‘allamah asy Syaikh Abdul Aziz bin sholih alu Syaikh mufti ‘Amm kerajaan Saudi Arabia saat ini
  8. Al ‘allamah al muhaddits asy Syaikh Yahya bin Ahmad an Najmimufti kerajaan Saudi untuk daerah Selatan (Shoromithoh)
  9. Al ‘allamah al muhaddits asy syaikh Rabi’ bin Hadi al Madkholy –pembawa bendera jarh wa ta’dil saat ini sebagaimana rekomendasi Syaikh al Albani
  10. Al ‘allamah asy syaikh Dr. Sholih bin Sa’ad as Suhaimy –Beliau dosen pascasarjana di Jami’ah al Islamiyyah Madinah
  11. Al ‘allamah asy Syaikh Muhammad bin Hadi al Madkholy –dosen jami’ah Islamiyyah Madinah
  12. Al ‘allamah asy Syaikh Dr. Ibrohim bin ‘Amir ar Rauhaily – penulis kitab “Mauqif Ahlis sunnah ‘an ahlil bida’” yang diterjemahkan dgn judul “Mauqif Ahlus Sunnah terhadap Ahlul Bid’ah” (ana lupa judul tepatnya)
  13. Asy Syaikh DR. Ali bin Nashir al faqihy – Guru Besar Aqidah di Masjid Nabawy
  14. Asy Syaikh Abdurrozaq bin Abdil Muhsin bin Hammad al ‘Abbad al badr - putra Syaikh Abdul Muhsin al ‘Abbad al Badr (point no 3)
  15. Asy Syaikh Abdul Malik a Romadhoniy al Jazairy– Beliau yang menyiapkan majelis Syaikh Abdul Muhsin di Masjid Nabawi. Penulis buku “Madarik an Nazhor fi Siyasah…”diterjemahkan dgn judul “Pandangan Tajam thd Politik”
  16. Asy Syaikh Kholid ar Roddady –pentahqiq kitab Syarhus sunnah al barbahary
  17. Asy Syaikh Zaid bin Muhammad bin Hadi al madkholy
  18. Asy Syaikh Abdulloh bin ‘Abdirrohman al Jibrin – termasuk ulama senior, sudah sepuh
  19. Asy Syaikh Ubaid al Jabiri
  20. asy Syaikh Abdul Aziz ar Rojihy
  21. Asy Syaikh Muhammad Aman Jamiy
  22. Fadhilatusy Syaikh Sholih bin Muhammad al Luhaidan ketua Mahkamah Tinggi dan anggota Hai’ah Kibarul Ulama
  23. Masyayikh anggota Majelis Ifta wal Buhuts dan anggota Kibarul Ulama
  24. Fadhilatusy Syaikh Bakar Abu –penulis kitab “Hukmul Intima’”
  25. asy Syaikh AbdusSalam bin Barjas -penulis Kitab “Hujjajul Qowwiyyah..”. Beliau sudah meninggal dalam kecelakaan mobil. Semoga Allah melapangkan kuburnya dan menempatkannya di kedudukan yang mulia di sisiNya.

‘Ulama dari Yaman:

  1. al ‘allamah al muhaddits ad diyar al yamaniyyah asy Syaikh Muqbil bin Hadi al wadi’iy;, Beliau termasuk ulama besar abad ini.
  2. Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab al Washobi; beliau mungkin Syaikh yang dituakan di Yaman. Kalau datang ke Damaj, biasanya beliau Cuma menjawab pertanyaan2 dan sedikit memberi nasihat emasnya. Punya markas di Hudaidah.
  3. Asy Syaikh Muhammad Al Imam beliau termasuk Ahl Hill wal Aqd yang ditunjuk oleh Asy Syaikh Muqbil rahimahullah. Salah satu murid pertamanya Asy Syaikh Muqbil. Punya markas di Ma’bar merupakan markas terbesar ke 2 setelah Damaj.
  4. Syaikh Yahya al Hajury–Beliau yang menggantikan Syaikh Muqbil di Darul Hadits Dammaj
  5. Asy Syaikh Abdul Aziz Al Buro’i adalah termasuk salah satu masyaikh yang sangat keras terhadap Ahlul Bid’ah. Beliau mempunyai markas di Kota Ib.
  6. Asy Syaikh Abdullah bin Utsman dijuluki Khotibul Yamany karena beliau terkenal sangat pintar berorator. Nasihat2 beliau tentang maut, membuat mata tak bisa menahan airnya.
  7. Asy Syaikh Abdurrozaq punya markas di Dammar
  8. Asy Syaikh Abdul Musowwir termasuk masyaikh yang sudah cukup berumur. Dulu Asy Syaikh Yahya hafidhohullah belajar Syarh Ibn Aqil dengan beliau.
  9. asy Syaikh Abdulloh al Mar’iy dan Saudaranya asy Syaikh Abdurrohman al Mar’iy

Ulama dari Yordania

  1. al ‘Allamah al Muhaddits Nashirus sunnah asy Syaikh al Albani . Syaikh Abdul ‘Aziz bin Baz pernah berkata: Saya tidak mengetahui di bawah kolong langit saat ini orang yang lebih mengetahui hadits daripada Beliau (Syaikh al Albani)”.
  2. Syaikh Ali hasan al Halabiy tatkala Syaikh al Albani ditanya cucunya “Siapakah dua orang murid yang paling mengetahui tentang hadits“. Syaikh al Albani berkata: Abu Ishaq al Huwainidan Ali Hasan al Halabiy.
  3. Syaikh Salim bin ‘Ied al Hilali, penulis kitab Limadza Ikhtartu Manhaj Salaf, Bahjatun Nazhirin Syarh Riyadhus Sholihin, dll.
  4. Syaikh Muhammad Musa
  5. Syaikh Masyhur alu Salman
  6. Syaikh Husain ‘Uwaisyiah
 Dan masih banyak lagi para ulama yang belum disebutkan disini.

Yang lainnya :
  1. ABBAD BIN BISYIR.doc
  2. Abbas bin Abdul Muththalib radhiallahu.doc 
  3.  Abdul Muhsin.pdf 
  4. Abdul Muhsinbin Hamad Al AbbadAl Badr.txt 
  5. ABDULLAH BIN ABBAS.doc 
  6. ABDULLAH BIN AL MUBARAK.doc 
  7. ABDULLAH BIN JAHSY radhiallhu.doc 
  8. ABDULLAH BIN MASUD.doc 
  9. ABDULLAH BIN ZUBEIR.doc  
  10. Abdullah Ibnu Rawahah radhiallahu.doc 
  11. Abdullah Ibnu Ummi Maktum radhiallhu.doc 
  12. ABDURRAHMAN BIN ABI BAKAR.doc
  13. Abdurrahman bin Auf radhiallahuanhu.doc 
  14. ABU AIYUB AL-ANSHARI.doc 
  15. Abu Hurairah radhiallahu.doc 
  16. Abu Hurairoh Pribadi Mengagumkan.zip 
  17. Abu Lubabah bin Abdil Mundzir radhiallhu `Anhu.doc 
  18. ABU MUSAAL – ASYARI.doc 
  19. ABU SUFYAN BIN HARB radhiallhu `Anhu.doc 
  20. Abu Sufyan Bin Haris.doc 
  21. Abu Ubaidah ibnul Jarrah radhiallhuanhu.doc 
  22. Aisyah Keutamaan dan Keluasan Ilmunya.pdf 
  23. Al Barra bin Malik radhiallahuanhu.doc 
  24. Al Imam Abu Ubaid Al Qasim bin Sallam.txt 
  25.  alabbad.zip 
  26. Albani.pdf 
  27. Al-Mahdi-Namanya-Sifat-Sifatnya.pdf 
  28. Amar bin Yasir radhiallahu.doc 
  29. AMR BIN AL `ASH.doc 
  30. Amr Ibnul Jamuh radhiallahu.doc 
  31. Asma Binti Yazid Bin Sakan.doc 
  32. Ibnu Taimiyah.txt 
  33. Ibnu Taymiyah.doc 
  34. Ibnul Qoyim Al Jauziyah.txt 
  35. Imam Ahmad bin Hanbal.txt 
  36. Imam Bukhari.txt 
  37. Imam Nawawi.txt 
  38. Imam Syafii.txt 
  39. IMRAN BIN HUSHAIN.doc 
  40. Khabbab Bin Arats radhiallahu.doc 
  41. KHADIJAH BINTI KHUWAILID radhiallhu.doc 
  42. Khalid bin Walid radhiallahu.doc 
  43. KHUBAIB BIN ADI.doc 
  44. Kisah-Nabi-Yusuf-dan-Nabi-Ya-qub.zip 
  45. MUSHAB BIN UMAIR.doc 
  46. SA`AD BIN MU`ADZ.doc 
  47. Said bin Amir radhiallahuanhu.doc 
  48. Salamah Bin Al-Akwa radhiallahuanhu.doc 
  49. SALIM MAULA ABU HUDZAIFAH RADHIYALLAHU ANHU.doc 
  50. SALMAN AL-FARISI RADHIYALLAHUANHU.doc 
  51. SAUDAH BINTI ZAM`AHradhiallhuanha.doc 
  52. SHAfiYYAH BINTI HUYAI-radhiallaahuanha.doc 
  53.  Shalih Fauzan Al Fauzan.pdf 
  54. Shuhaib Bin Sinan.doc 
  55. SUHAIL BIN AMAR.doc 
  56. syafii.zip 
  57. Syaikh Abdurrahman bin Nashir AsSa`di.txt 
  58. Syaikh Abu Ubaidah Masyhur Hasan Salman.txt 
  59. Syaikh Ali Hasan Al Halaby.txt 
  60. SYAIKH BIN BAZ.doc 
  61. Syaikh Ibnu Baz.txt 
  62. Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin.doc 
  63. Syaikh Muqbil bin Hadi.txt 
  64. Syaikh Nashiruddin Al Albani.txt 
  65. Syaikh Shalih Fauzan Al Fauzan.txt 
  66. Thufeil bin Amr Ad-dausi radhiallahuanhu.doc 
  67. UBAI BIN KAAB.doc 
  68. UMEIR BIN SA`AD.doc 
  69. UMMU HABIBAH RAMLAH BINTI ABU SUFYAN.doc 
  70. UMMU SALAMAH-radhiallaahuanha-.doc 
  71. Ummu Sulaim Binti Malhan.doc 
  72. UTBAH BIN GHAZWAN.doc 
  73. Utsman bin Mazh.doc 
  74. ZAID BIN HARITSAH.doc 
  75. ZAINAB binti JAHSY.doc 
  76. ZUBAIR BIN AWWAM radhiallahu.doc