Tulisan jalan

Minggu, 15 September 2013

Buku Undang-Undang RI No.43 Tahun 2007 Tentang Perpustakaan


Buku UU RI No.43 Tahun 2007 Tentang Perpustakaan
Buku Undang-undang RI No. 43 Tahun 2007  diterbian oleh Perpusnas. Buku ini menjelaskan secara lengkap tentang perpustakaan.
download  :Klik disini

Nama-nama Indah Untuk Bayi



Berikut ini adalah arti nama bayi lengkap laki laki dan perempuan islami lengkap terbaru yang bisa anda jadikan referensi untuk memberikan nama kepada anak yang baru lahir.

Sabtu, 14 September 2013

Cara Menampilkan Dua Worksheet Pada Exel

Jika Anda sering mengolah data pada Microsoft Excel dengan jumlah data yang banyak dan memerlukan dua atau lebih file Excel sebagai acuannya , maka Anda sebaiknya mengaktifkan Arrange Windows.

Arrange Windows pada fasilitas Excel digunakan untuk membuka beberapa jendela worksheet Excel dan untuk mengatur, mengedit dari beberapa file yang Anda kerjakan secara bersamaan sehingga Anda dapat melihat bagian yang berbeda dari lembar kerja dari masing-masing worksheet dalam satu layar pada saat Anda bekerja.

Cara menampilkan beberapa file dalam satu lembar kerja adalah:

1. Buka beberapa file Excel yang akan Anda kerjakan (dalam contoh berikut saya menggunakan dua file yang berbeda)

2. Lalu aktifkan ribbon View dan klik Arrange All


3. Maka akan tampil jendela Arrange Windows untuk menyusun jendela ditempat yang diinginkan dengan empat pilihan


Tiled untuk menampilkan pilihan file yang dibuka secara berdampingan di layar dalam urutan di mana Anda membuka file tersebut


Horizontal untuk menampilkan file yang dibuka secara horizontal dari atas hingga ke bawah.


Vertical untuk menampilkan file secara vertikal berdampingan dari kiri ke kanan


Cascade untuk menampilkan file secara tumpang tindih sehingga file yang dibelakang hanya akan terlihat judul filenya saja.


4. Lalu setelah Anda pilih salah satu diatas, Anda dapat mempergunakan semua file yang dibuka untuk mengolah, mengedit, mengcopy paste antara satu file dengan file yang lain dalam satu tampilan window.

Jumat, 13 September 2013

Cara membuat tulisan jalan ( Ticker ) di Power point

Berikut langkah-langkah membuat tulisan jalan ( Ticker ) pada aplikasi power point 2007 :

1. Buat Master Slide dengan cara klik View lalu pilih Master Slide.
2. Masukkan bok teks ke silide pertama dan ketik pesan yang Anda jadikan sebagai ticker pada presentasi Anda.


3. Pada tab Animation, di grup Animation, klik Custom Animations.


4. Klik Add Effect dan pilih Entrance dan kemudian klik More Effects lalu pilih Crawl In


5. Ubah setting start ke After Previous, ubah setting Direction ke From Right


6. Klik panah (tooltip) sebelah kanan efek, lalu pilih Timing dan dari daftar repeat, pilih Until End Slide


7. Lalu jalankan dengan menekan F5 atau Slide Show, jika sudah terasa pas dan sesuai yang diinginkan lalu tutup Master Slide View

8. Kemudian buatlah presentasi Anda yang sebenarnya maka semua slide yang Anda buat telah memiliki ticker sebagai teks yang berjalan karena teks berjalan telah ada pada Master Slide yang Anda buat.


Catatan:
Untuk Anda yang memakai Power Point 2010, efek Crawl In tidak tersedia namun Anda dapat juga memakai dengan efek Fly In dan tata caranya hampir sama dengan efek Crawl In.

Kamis, 01 Agustus 2013

Nuzulul Qur'an


 A. Pendahuluan
Turunnya Al-Qur'an pertama kali pada lailatul qadar merupakan pemberitahuan kepada alam samawi yang dihuni para malaikat tentang kemuliaan umat Muhammad. Umat ini telah dimuliakan oleh Allah dengan risalah barunya agar menjadi umat paling baik yang dikeluarkan bagi manusia.

Turunnya Al-Qur'an yang kedua kali secara bertahap, berbeda dengan kitab-kitab yang turun sebelumnya.
Wahyu turun berangsur-angsur demi menguatkan hati Rasul dan menghiburnya relevan dengan peristiwa dan kejadian-kejadian yang mengiringinya sampai Allah menyempurnakan agama ini dan mencukupkan nikmat-Nya.
B. Proses Turunnya Al-Qur'an

Turunnya Al-Qur'an Sekaligus
Beberapa ayat yang menerangkan tentang hal ini yaitu surat Al-Baqarah ayat 185, Al-Qadar ayat 1.

 شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآَنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ. البقرة 185
Artinya : “Bulan Ramadhan, bulan yang di padanya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil).” (Qs. Al Baqarah: 185)

1. Madzhab pertama: Pendapat Ibnu Abbas dan sejumlah ulama, kemudian dipegang oleh jumhur ulama, bahwa "Yang dimaksud dengan turunnya Al-Qur'an dalam ketiga ayat di atas ialah turunnya Al-Qur'an sekaligus ke Baitul Izzah di langit dunia untuk menunjukkan kepada para malaikat-Nya bahwa betapa besar masalah ini. Selanjutnya Al-Qur'an diturunkan kepada Nabi saw, secara bertahap selama dua puluh tiga tahun.

2. Madzhab kedua, yaitu yang diriwayatkan Asy-Sya'bi bahwa yang dimaksud dengan turunnya Al-Qur'an dalam ketiga ayat di atas ialah permulaan turunnya Al-Qur'an itu dimulai pada Lailatul Qadar di bulan Ramadhan, yang merupakan malam yang diberkahi. Kemudian sesudah itu turun secara bertahap sesuai dengan berbagai peristiwa yang menggiringnya selama kurang lebih dua puluh tiga tahun. Dengan demikian, Al-Qur'an hanya satu macam cara turun, yaitu turun secara bertahap kepada Rasulullah saw, sebab yang demikian inilah yang dinyatakan oleh Al-Qur'an seperti dalam surat Al-Isra' ayat 106.

3. Madzhab ketiga; Al-Qur'an diturunkan ke langit dunia pada dua puluh tiga lailatul qadar, yang pada setiap malamnya selama malam-malam kemuliaan itu ada yang ditentukan Allah untuk diturunkan pada setiap tahunnya. Dan jumlah untuk masa satu tahun penuh itu kemudian diturunkan secara berangsur-angsur kepada Rasulullah sepanjang tahun. Madzhab ini adalah hasil ijtihad sebagian mufassir. Pendapat ini tidak mempunyai dalil.

Pendapat yang kuat ialah; Al-Qur'an Al-Karim itu diturunkan dua kali:
Pertama; Diturunkan sekaligus pada Lailatul Qadr ke Baitul 'Izzah di langit dunia.
Kedua; Diturunkan dari langit dunia ke bumi secara berangsur-angsur selama dua puluh tiga tahun.


4. Madzhab keempat, ada juga sebagian ulama yang berpandangan bahwa Al-Qur'an turun pertama-tama secara berangsur-angsur ke Lauh Mahfuzh berdasarkan firman Allah ta'ala, "Tidak lain ia adalah Al-Qur'an yang mulia, di Lauh Mahfudz." Kemudian setelah itu ia turun dari Lauh Mahfuzh turun secara serentak seperti itu ke Baitul Izzah. Selanjutnya, ia turun bertahap. Dengan demikian, ini berarti turun dalam tiga tahap.

Turunnya Al-Qur'an Secara Bertahap

Beberapa ayat tentang hal ini di antaranya; As-Syuara ayat 192-195; An-Nahl ayat 102; Al-Jatsiah ayat 2; Al-Baqarah ayat 23; Al-Baqarah ayat 97.
Ayat-ayat di atas menjelaskan, bahwa Al-Qur'an Al-Karim itu adalah kalam Allahengan lafazhnya yang berbahasa Arab. Jibril telah menurunkannya ke dalam hati Rasulullah. Yang dimaksud turunnya itu di sini bukanlah turunnya yang pertama kali ke langit dunia. Tetapi turunnya Al-Qur'an secara bertahap. Karena itu diungkapkan dengan kata-kata tanzil dalam ayat-ayat di atas bukan inzal. Ini menunjukkan bahwa turunnya secara bertahap. Ulama bahasa membedakan antara inzal dengan tanzil. Tanzil berarti turun secara berangsur-angsur sedang inzal menunjuk pada makna turun secara umum.
Penelitian terhadap hadits-hadits shahih menyebutkan bahwa Al-Qur'an turun menurut keperluan, terkadang turun lima ayat, sepuluh ayat, dan terkadang lebih banyak dari itu atau lebih sedikit.

C. Hikmah Turunnya Al-Qur'an Secara Bertahap

1. Hikmah pertama: Meneguhkan hati Rasulullah saw.
Wahyu turun kepada Rasulullah dari waktu ke waktu sehingga dapat meneguhkan hatinya terhadap kebenaran dan memperkokoh azamnya untuk tetap melangkahkan kaki di jalan dakwahnya tanpa ambil peduli akan perlakuan jahil yang ia hadapinya dari masyarakatnya sendiri.

 2. Hikmah kedua; Tantangan dan Mukjizat.
Tantangan mereka terhadap Al-Qur'an yang diturunkan secara berangsur, sekaligus melemahkan mereka untuk membuat yang serupa dengannya dan membuktikan kemukjizatan Al-Qur'an. Yang demikian lebih efektif pembuktiannya daripada kalau Al-Qur'an diturunkan sekaligus lalu mereka diminta membuat yang serupa dengannya itu.

3. Hikmah ketiga; Memudahkan Hafalan dan Pemahamannya.
Turunnya Al-Qur'an secara berangsur-angsur itu meupakan bantuan terbaik bagi mereka untuk menghafal dan memahami ayat-ayatnya. Setiap kali turun satu atau beberapa ayat, para sahabat segera menghafalnya, merenungkan maknanya dan mempelajari hukum-hukumnya.

4. Hikmah keempat; Relevan dengan Peristiwa, dan Pentahapan dalam Penetapan Hukum.
Al-Qur'an juga turun sesuai dengan peristiwa-peristiwa yang terjadi terhadap kaum muslimmin.

5. Hikmah kelima; Tanpa diragukan bahwa Al-Qur'an Al-Karim diturunkan dari sisi Yang Maha Bijaksana dan Maha Terpuji.

D. Faedah Turunnya Al-Qur'an Secara Bertahap dalam Pendidikan dan Pengajaran

Sebab turunya Al-Qur'an itu telah meningkatkan pendidikan umat Islam secara bertahap dan bersifat alami untuk memperbaiki jiwa manusia, meluruskan perilakunya, membentuk kepribadian dan menyempurnakan eksistensinya sehingga jiwa itu tumbuh kokoh di atas pilar-pilar yang kokoh dan mendatangkan buah yang baik bagi kebaikan umat manusia seluruhnya dengan izin Tuhannya.

Pentahapan turunnya Al-Qur'an itu merupakan bantuan yang paling baik bagi jiwa manusia dalam upaya menghafal Al-Qur'an, memahami, mempelajari, memikirkan makna-maknanya dan mengamalkan apa yang dikandungnya.
Petunjuk Ilahi tentang hikmah turunnya Al-Qur'an secara bertahap merupakan contoh paling baik dalam menyusun kurikulum pengajaran, memilih metode, dan menyusun buku pelajaran.

Senin, 29 Juli 2013

Kunci Sukses Ramadhan



Segala puji hanyalah bagi Allah semata, sholawat dan salam semoga senantiasa tercurah pada nabi junjungan kita : Muhammad SAW, yang senantiasa kita harap syafaatnya pada hari kiamat kelak. Begitu pula kepada para sahabat dan keluarga beliau yang mulia, serta seluruh pengikut risalahnya hingga akhir nanti. Kaum  uslimin yang dirahmati Allah SWT. Sesungguhnya bulan Ramadhan yang mulia ini akan terasa begitu singkat. Hari-harinya akan berlalu begitu cepat, meninggalkan kita penuh penyesalan jika tidak segera tersadar untuk mengisinya dengan berbagai kebaikan. Isyarat begitu dalam tentang hari-hari Ramadhan kita dapatkan setelah ayat perintah kewajiban berpuasa, dimana Allah SWT berfirman : 

ياأيها الذين ءَامَنُواْ كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصيام كَمَا كُتِبَ عَلَى الذين مِن قَبْلِكُمْعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang orang sebelum kamu agar kamu bertakwa, (yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu “ (QS Baqoroh 183 )

Hanya beberapa hari tertentu saja, karena ia tidak akan lebih dari 29 atau 30 hari. Karenanya, tanpa mengetahui seluk beluk dan keutamaan ragam amal dalam Ramadhan, bisa jadi Ramadhan yang singkat akan benar-benar berlalu begitu saja, nyaris tanpa amal dan kenangan yang berarti. Naudzubillah tsumma naudzu billah ….
Kaum muslimin yang dirahmati Allah SWT ….

Setidaknya ada lima kunci sukses Ramadhan, yang jika kita menjalankannya dengan baik , insya Allah akan menjadikan Ramadhan kita lebih berharga, lebih terasa, dan lebih berkah insya Allah. Dengan lima hal tersebut, kita bisa meniti hari-hari Ramadhan dengan dipenuhi amal yang baik dan disyariatkan. Adapun lima hal tersebut adalah :

Pertama : Menghayati Hikmah dan Manfaat Puasa bagi Kita
Jika seorang memahami maksud, hikmah dan manfaat dari apa yang dilakukan, maka tentulah ia akan menjalankannya dengan ringan dan senang hati. Maka begitu pula seorang yang berpuasa, ketika ia benar-benar mampu menghayati hikmah puasa, maka ibadah yang terlihat berat ini akan dijalani dengan penuh kekhusyukan dan hati yang ringan. Diantara hikmah puasa antara lain adalah : Menjadi madrasah ketakwaan dalam diri kita, sebagaimana isyarat Al-Quran ketika berbicara kewajiban puasa, yaitu la’allakum tattaqun agar supaya engkau bertakwa. Hikmah puasa yang lain adalah menggugurkan dosa-dosa kita yang terdahulu, sebagaimana disebutkan dalam banyak riwayat seputar keutamaan ibadah puasa Ramadhan. Hikmah puasa berikutnya tentu saja menjadikan kemuliaan tersendiri bagi yang menjalaninya saat hari kiamat nanti. Jangankan amal ibadahnya, bahkan bau mulut orang yang berpuasa pun menjadi tanda kemuliaan tersendiri di akhirat nanti. Subhanallah, Rasulullah SAW bersabda :
“ Sungguh bau mulut orang yang berpuasa, lebih wangi di sisi Allah SWT dari aroma kesturi “ (HR Bukhori).

Dengan memahami hikmah puasa yang begitu besar dan mulia bagi diri kita, maka insya Allah membuat kita lebih semangat dalam menjalani hari-hari Ramadhan kita.

Kaum muslimin yang dirahmati Allah SWT ….

Adapun langkah sukses Ramadhan yang Kedua adalah : Mengetahui fiqh dan aturan-aturan dalam Ibadah Puasa. Dari Ibnu Abbas, Rasulullah SAW bersabda :
seorang faqih (ahli ilmu agama) lebih ditakuti syetan dari pada seribu ahli ibadah (tanpa ilmu)“. (HR Ibnu Majah).

Hadits diatas menegaskan kepada kita tentang urgensinya beribadah dengan ilmu. Bahkan salah satu syarat diterimanya ibadah adalah ittiba atau sesaui aturan dan sunnah Rasulullah SAW. Dalam kaitannya dengan puasa, sungguh ibadah ini mempunyai kekhususan dalam aturan fiqhnya yang berbeda dengan lainnya. Para ulama pun menjadikan bab puasa sebagai pembahasan khusus dalam kitab fiqhnya. Kita perlu mengkaji ulang, bertanya dan mempelajari apa-apa yang belum sepenuhnya kita yakini atau kita ketahui. Agar kita mampu menjalani ibadah ini dengan baik tanpa keraguan sedikitpun. Hal yang penting kita ketahui utamanya tentang apa-apa yang dibolehkan, apa-apa yang membatalkan, siapa saja yang boleh berbuka dan apa konsekuensinya. Mari kita sempatkan dalam hari-hari ini untuk kembali mengkaji fiqh seputar puasa. Tidak ada kata terlambat untuk sebuah ilmu ibadah yang mulia. 

Langkah Ketiga : Menjaga Puasa kita agar tetap utuh pahalanya
Yang dimaksud menjaga puasa kita adalah upaya untuk menjadikan pahala puasa kita utuh. Dua cara yang harus kita lakukan dalam kaitannya dengan hal ini, yaitu menjalani sunnah-sunnah puasa, serta menjauhi hal-hal yang bisa mengurangi pahala dan hikmah puasa. Adapun sunnah-sunnah puasa, antara lain adalah mengakhirkan sahur dan menyegerakan berbuka. Sunnah yang sederhana ini adalah bagian dari kemudahan dan keindahan syariat Islam. Kita diminta mengakhirkan sahur, sebagai persiapan untuk menjalani puasa seharian. Begitu pula kita diminta menyegerakan berbuka, sebagai kebutuhan fitrah manusia yang harus diperhatikan. Sunnah puasa lainnya adalah dengan berdoa sebelum dan saat berbuka, serta berbuka dengan seteguk air. Semoga sunnah yang sederhana ini bisa kita lakukan untuk mengoptimalkan pahala puasa kita.
Kaum muslimin yang dirahmati Allah SWT

Menjaga puasa juga dengan menjauhi segala sikap dan tindakan yang akan mengurangi keberkahan puasa  kita, seperti : marah tiada guna, emosional, berdusta dalam perkataan, ghibah, maupun kemaksiatan secara umum. Hal-hal semacam di atas, selain dilarang secara umum bagi seorang muslim, juga akan mempengaruhi kualitas puasanya di hadapan Allah SWT. Jauh-jauh hari Rasulullah SAW telah mengingatkan kepada kita :
Betapa Banyak Orang berpuasa tapi tidak mendapat (pahala) apa-apa dari puasanya kecuali hanya lapar, dan betapa banyak orang yang sholat malam (tarawih) tapi tidak mendapatkan apa-apa selain begadang saja (HR An-NAsai)

Mari kita mengambil pelajaran dari hadits di atas, untuk kemudian meniti hari-hari ramadhan kita dengan penuh kehati-hatian dan perhitungan. Siapapun kita tidak akan pernah rela jika hanya mendapat lapar dahaga saja di bulan mulia ini.

Keempat : Menghias Puasa kita dengan Ragam Amal yang disyariatkan dalam Ramadhan
Sesungguhnya ibadah dalam bulan Ramadhan bukan hanya puasa saja. Tetapi banyak ragam ibadah yang juga disyariatkan dalam bulan penuh berkah ini. Mari kita menghias Ramadhan dengan ibadah-ibadah mulia tersebut, agar ramadhan sebagai madrasah ketakwaan benarbenar hadir dalam hidup kita. Rasulullah SAW telah memberikan contoh pada kita bagaimana beliau menghias hati-hati Ramadhannya dengan : Tadarus Tilawah, memperbanyak sedekah, sholat tarawih, memberi hidangan berbuka, bahkan juga I’tikaf di masjid pada sepuluh hari yang terakhir. Jika kita ingin merasakan Ramadhan yang berbeda dan begitu bermakna, tentu menjadi penting bagi kita untuk menghias Ramadhan kita dengan amal ibadah tersebut. Keberkahan Ramadhan akan begitu terasa paripurna dalam hati kita. Amin Allahumma Amiin …
Kaum muslimin yang dirahmati Allah SWT ….

Langkah sukses yang terakhir atau kelima adalah : Mempertahankan atau menjaga semua amal dengan istiqomah hingga akhir Ramadhan.

Bulan ramdhan dipenuhi banyak amalan yang sungguh akan melelahkan sebagian besar orang. Karenanya kita sering menjadi saksi bagaimana kaum muslimin ‘berguguran’ dalam perlombaan Ramadhan ini sebelum mencapai garis finishnya. Sholat tarawih di masjid mulai menyusut sedikit demi sedikit seiring berlalunya hari-hari awal Ramadhan. Karenanya, merupakan hal yang tidak bisa dibantah adalah jika kesuksesan Ramadhan bergantung dari keistiqomahan kita menjalani semua kebaikan di dalamnya hingga akhir Ramadhan tiba. Syariat kita yang indah pun seolah memberikan motivasi di ujung ramadhan, agar kita bertambah semangat dalam beribadah, yaitu dengan menurunkan malam lailatul qadar yang mulia. Rasulullah SAW pun menjalankan I’tikaf untuk menutup bulan keberkahan ini. Beliau juga bersungguh-sungguh di penghujung Ramadhan. Ibunda Aisyah menceritakan kepada kita :
adalah Nabi SAW ketika masuk sepuluh hari yang terakhir (Romadhon), menghidupkan malam, membangunkan istrinya, dan mengikat sarungnya (HR Bukhori dan Muslim)

Akhirnya, marilah kita berusaha menjalankan lima kunci sukses Ramadhan di atas, agar usaha kita mendapatkan keberkahan dan kesuksesan Ramadhan benar-benar terarah dengan baik dan optimal. Semoga Allah SWT memudahkan dan memberikan kekuatan kepada kita.
Allahumma sholli ala sayyidinaa muhammad wa ‘ala aalihi wa ashabihi ajmain

Minggu, 28 Juli 2013

Kesalahan Orang Berpuasa

Alhamdulillah, kita bersyukur kepada Allah SWT yang telah meringankan hati kita dan memudahkan langkah kita bertemu dalam majelis ini. Semoga keselamatan dan kedamaian  tercurah kepada nabi Muhammad SAW, keluarga dan sahabat yang mulia, serta penerus  risalahnya hingga hari akhir nanti.
Kaum muslimin yang berbahagia ...

Sesungguhnya setiap ibadah mempunyai dua potensi yang selalu beriringan satu sama lainnya.  Satu sisi sebuah ibadah mungkin akan menjadi ladang pahala kita yang akan kita panen di  kampung akhirat nanti. Tapi sisi lain, jika kita tidak memenuhi syarat, adab dan rukunnya bisa  jadi sebuah ibadah justru menjadi fitnah bagi kita di hari akhir nanti. Naudzu billah min dzalika ...

Contoh yang paling jelas dalam masalah ini terdapat dalam sebuah ayat yang sudah sama-sama  kita hafal bersama, dalam surat al-Maun disebutkan ancaman Allah SWT kepada orang-orang  yang shalat. Allah berfirman dalam kitabnya yang mulia :

فَوَيْلٌ لِلْمُصَلِّينَ   ( ٤ )   الَّذِينَ هُمْ عَنْ صَلَاتِهِمْ سَاهُونَ
Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang salat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari  salatnya” (QS Al Ma'un 4-5)

Ayat di atas begitu lugas mengingatkan pada kita bahwa sholat bisa menjadi fitnah dan ancaman di akhirat nanti saat kita menjalankan tidak sesuai aturannya.
Kaum muslimin yang berbahagia ...

Lalu bagaimana dengan ibadah puasa Ramadhan kita ? Apakah ada ancaman tentang puasa  yang kita jalankan ? Sungguh setidaknya ada dua dalil yang juga mengingatkan kita dengan  gamblang tentang bahayanya orang berpuasa jika tidak memenuhi adab dan aturannya. Dalil  pertama, Rasulullah SAW telah memberikan prediksi bagaimana banyak orang yang berpuasa  tanpa hasil apapun keculai hanya lapar dahaga. Beliau bersabda dari lisannya yang mulia :
“ Betapa Banyak Orang berpuasa tapi tidak mendapat (pahala) apa-apa dari puasanya kecuali  hanya lapar, dan betapa banyak orang yang sholat malam (tarawih) tapi tidak mendapatkan  apa-apa selain begadang saja” (HR An-NAsai).

Dalil di atas seharusnya menjadi warning atau peringatan dini bagi kita dalam meniti hari-hari  Ramadhan kita, agar tidak termasuk golongan yang celaka dalam arti berpuasa tanpa pahala.  Peringatan berikutnya adalah dalam lafadz doa Jibril alaihissalam, dimana ia mendoakan  keburukan kepada mereka yang mendapati Ramadhan tapi tidak mendapat ampunan dari Allah  SWT. Diriwayatkan dalam hadits yang panjang :
“Dari Abu Hurairah: Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam naik mimbar lalu bersabda: ‘Amin,  Amin, Amin’. Para sahabat bertanya : “Kenapa engkau berkata demikian, wahai Rasulullah?” 

Kemudian beliau bersabda, “Baru saja Jibril berkata kepadaku: ‘Allah melaknat seorang hamba  yang melewati Ramadhan tanpa mendapatkan ampunan’, maka kukatakan, ‘Amin’, kemudian  Jibril berkata lagi, ‘Allah melaknat seorang hamba yang mengetahui kedua orang tuanya masih  hidup, namun tidak membuatnya masuk Jannah (karena tidak berbakti kepada mereka berdua)’,  maka aku berkata: ‘Amin’. Kemudian Jibril berkata lagi. ‘Allah melaknat seorang hambar yang  tidak bershalawat ketika disebut namamu’, maka kukatakan, ‘Amin” (HR Ibnu Khuzaimah  dishahihkan oleh Albani )  
  
Naudzu billah tsumma naudzu billah ... ibaratnya dalam pepatah bahasa kita, sudah jatuh  tertimpa tangga. Tidak mendapatkan ampunan dalam ramadhan sudah merupakan musibah  luar biasa, belum lagi ditambah doa laknat dati Jibril alaihissalam yang diaminkan oleh  Rasulullah SAW yang mulia ..!. Semoga kita tidak termasuk dalam dua golongan yang disebutkan  dalam dua hadits yang saya sebutkan di atas.  
  
Kaum muslimin yang berbahagia ..  
Rasanya menjadi penting bagi kita untuk mengetahui mengapa orang yang berpuasa bisa  mendapat kecelakaan yang sedemikian buruk semacam itu. Setidaknya ada empat kesalahan  orang berpuasa yang bisa menjerumuskan mereka dalam dosa dan kehinaan,  mari bersama  merenungkannya.   
  
Pertama : Mereka yang berpuasa tanpa keikhlasan

Rasulullah SAW bersabda dalam hadits yang sudah sangat populer di telinga kita : 

Innamal  a’maalu binniyaaat. Yaitu : Sesungguhnya setiap amal bergantung pada niatnya ( HR Muttafaqi Alaih).

Maka berpuasa tanpa keikhlasan ibaratnya surat perjanjian tanpa stempel  dan materai, menjadi tidak berlaku dan sia sia begitu saja. Pertanyaannya adalah, puasa  semestinya melatih orang untuk ikhlas, karena ia merupakan ibadah antara seorang hamba dan  Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda :  
Dari Abu Hurairah ra, dari Nabi SAW bersabda: “Semua amal manusia adalah miliknya, kecuali  puasa, sesungguhnya ia adalah milik-Ku dan Aku yang akan memberikan balasannya, (H.R.  Bukhari).  
  
Tapi sungguh sayang sekali, ternyata masih ada yang ternoda keikhlasannya dalam berpuasa  karena godaan riya, harta maupun kecenderungan diri pribadi. Puasa diliputi riya, karena ingin  dianggap, dihargai dan dipuji orang lain sebagai orang yang berpuasa. Bisa jadi karena ewuh  pakewuh dengan mertua, atau takut dengan pimpinan di kantor, atau mungkin ingin eksis di  tengah rekan sejawat. Semua itu sungguh meluruhkan pahala puasa yang mulia.  Ada pula orang  yang  berpuasa karena mengincar harta, mungkin saja ini lebih banyak terjadi pada anak-anak  kita yang mengidamkan hadiah dari para orangtua saat lebaran nanti, karena mampu  
menyelesaikan puasa dengan sempurna. Selain itu, ada juga yang berpuasa dengan  bersemangat, bukan karena kewajiban semata tetapi juga karena keinginan pribadi untuk diet  dan menurunkan berat badan. Sungguh ini semua jika tidak dihapus dalam hati, akan mengotori  keikhlasan puasa kita, dan kita terjerumus dalam golongan mereka yang berpuasa tanpa pahala.  
  
Kaum muslimin yang berbahagia ..
Yang kedua adalah mereka yang berpuasa tanpa ilmu

Tidak mengetahui mana yang membatalkan dan mana yang tidak. Maka mereka menjalani puasa tanpa aturan, atau  memahami tidak dengan sepenuhnya benar. Akibatnya, puasa mereka menjadi begitu rapuh  dan tanpa makna. Menyangka telah melakukan hal yang benar padahal sejatinya salah.  Dari  Ibnu Abbas, Rasulullah SAW bersabda :
seorang faqih (ahli ilmu agama) lebih ditakuti syetan  dari pada seribu ahli ibadah (tanpa ilmu) “. (HR Ibnu Majah).

Maka marilah meningkatkan kualitas ibadah puasa kita dengan memahami sepenuhnya hukum-hukum seputarnya. Mari terus membaca, mengkaji dan bertanya, agar bisa menjalankan seluruh  rangkaian ibadahnya dengan keyakinan yang nyaris sempurna. 
  
Kaum muslimin yang berbahagia ..
Golongan orang berpuasa yang celaka ketiga adalah merkea yang berpuasa hanya dari makan minum dan berhubungan badan semata,

dan merasa bahwa dengan itu mereka sudah  memenuhi semua ketentuan dan tuntutan puasa.  Barangkali kita perlu mengingat lebih dalam  himbauan rasulullah SAW berkaitan dalam masalah ini : 
                                                
Barang siapa yang tidak meninggalkan berkata dusta dan beramal kedustaan, maka Allah SWT  tidak membutuhkan dia meninggalkan makan dan minumnya”  (HR Bukhori)

Mereka dalam masalah ini berpuasa tetapi tidak mampu menundukkan nafsu dan emosinya.  Maka mereka menodai siang hari ramadhan dengan lisan yang tak terjaga dari ghibah, marah  dan berkata dusta, atau anggota badan yang tidak terjaga dari dosa dan kemaksiatan.
  
Kaum muslimin yang berbahagia ..
  
Yang keempat adalah mereka yang menjalankan ibadah puasa dengan penuh kemalasan, dalam  arti tidak menyadari kemuliaan bulan Ramadhan yang bertaburan berkah.

Mereka tidak  menyadari dan memahami bahwa Ramadhan bukan hanya bulan puasa saja, tetapi lebih dari itu  ia adalah bulan musim kebaikan yang disyariatkan banyak amal kebaikan. Rasulullah SAW  bersabda tentang bulan mulia ini :

“(Bulan dimana) dibuka pintu-pintu surga, ditutup pintu-pintu  neraka, syetan-syetan dibelenggu. Dan berserulah malaikat : wahai pencari kebaikan,  sambutlah. Wahai pencari kejahatan, berhentilah” (demikian) sampai berakhirnya ramadhan (  HR Ahmad)   
  
Golongan ini berpuasa tetapi tidak menjalankan tarawih, tilawah dan tadarus. Tidak pula  berusaha untuk bersedakah, memberi berbuka pada orang yang berpuasa. Atau tidak pula  menyempatkan diri untuk i’tikaf dan amal kebaikan secara umum. Mereka hanya berpuasa dan  menjadikan puasa sebagai alasan untuk bermalas-malasan di siang hari, lalu makan pestapora di  malam hari.  
  
Akhirnya, semoga kita terhindar dari peringatan Rasulullah SAW tentang mereka yang berpuasa tapi sia-sia dalam pahalan dan keutamannya. Semoga Allah SWT menjaga kita agar tidak  terjerumus dalam empat golongan mereka yang berpuasa tapi celaka. Wallahu a’lam bisshowab