Berikut ini adalah arti nama bayi lengkap
laki laki dan perempuan islami lengkap terbaru yang bisa anda jadikan
referensi untuk memberikan nama kepada anak yang baru lahir.
Jika Anda sering mengolah data pada Microsoft Excel dengan jumlah data
yang banyak dan memerlukan dua atau lebih file Excel sebagai acuannya ,
maka Anda sebaiknya mengaktifkan Arrange Windows.
Arrange Windows pada fasilitas Excel digunakan
untuk membuka beberapa jendela worksheet Excel dan untuk mengatur,
mengedit dari beberapa file yang Anda kerjakan secara bersamaan sehingga
Anda dapat melihat bagian yang berbeda dari lembar kerja dari
masing-masing worksheet dalam satu layar pada saat Anda bekerja.
Cara menampilkan beberapa file dalam satu lembar kerja adalah:
1. Buka beberapa file Excel yang akan Anda kerjakan (dalam contoh
berikut saya menggunakan dua file yang berbeda)
2. Lalu aktifkan ribbon View dan klik Arrange All
3. Maka akan tampil jendela Arrange Windows untuk menyusun jendela
ditempat yang diinginkan dengan empat pilihan
Tiled untuk menampilkan pilihan file yang dibuka secara
berdampingan di layar dalam urutan di mana Anda membuka file tersebut
Horizontal untuk menampilkan file yang dibuka secara horizontal
dari atas hingga ke bawah.
Vertical untuk menampilkan file secara vertikal berdampingan dari
kiri ke kanan
Cascade untuk menampilkan file secara tumpang tindih sehingga
file yang dibelakang hanya akan terlihat judul filenya saja.
4. Lalu setelah Anda pilih salah satu diatas, Anda dapat mempergunakan
semua file yang dibuka untuk mengolah, mengedit, mengcopy paste antara
satu file dengan file yang lain dalam satu tampilan window.
Berikut langkah-langkah membuat tulisan jalan ( Ticker ) pada aplikasi power point 2007 :
1. Buat Master Slide dengan cara klik View lalu pilih Master
Slide.
2. Masukkan bok teks ke silide pertama dan ketik pesan yang Anda jadikan
sebagai ticker pada presentasi Anda.
3. Pada tab Animation, di grup Animation, klik Custom
Animations.
4. Klik Add Effect dan pilih Entrance dan kemudian klik More
Effects lalu pilih Crawl In
5. Ubah setting start ke After Previous, ubah setting Direction
ke From Right
6. Klik panah (tooltip) sebelah kanan efek, lalu pilih Timing dan
dari daftar repeat, pilih Until End Slide
7. Lalu jalankan dengan menekan F5 atau Slide Show, jika
sudah terasa pas dan sesuai yang diinginkan lalu tutup Master Slide
View
8. Kemudian buatlah presentasi Anda yang sebenarnya maka semua slide
yang Anda buat telah memiliki ticker sebagai teks yang berjalan karena
teks berjalan telah ada pada Master Slide yang Anda buat.
Catatan:
Untuk Anda yang memakai Power Point 2010, efek Crawl In tidak
tersedia namun Anda dapat juga memakai dengan efek Fly In dan
tata caranya hampir sama dengan efek Crawl In.
Turunnya Al-Qur'an pertama kali
pada lailatul qadar merupakan pemberitahuan kepada alam samawi yang dihuni para
malaikat tentang kemuliaan umat Muhammad. Umat ini telah dimuliakan oleh Allah
dengan risalah barunya agar menjadi umat paling baik yang dikeluarkan bagi
manusia.
Turunnya Al-Qur'an yang kedua kali secara bertahap, berbeda dengan kitab-kitab
yang turun sebelumnya.
Wahyu turun berangsur-angsur demi menguatkan hati Rasul dan menghiburnya
relevan dengan peristiwa dan kejadian-kejadian yang mengiringinya sampai Allah
menyempurnakan agama ini dan mencukupkan nikmat-Nya.
B. Proses Turunnya Al-Qur'an
Turunnya
Al-Qur'an Sekaligus
Beberapa ayat yang menerangkan
tentang hal ini yaitu surat Al-Baqarah ayat 185, Al-Qadar ayat 1.
Artinya : “Bulan Ramadhan, bulan yang di padanya diturunkan (permulaan) Al Quran
sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai
petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil).” (Qs. Al
Baqarah: 185)
1.
Madzhab pertama: Pendapat Ibnu Abbas dan sejumlah ulama,
kemudian dipegang oleh jumhur ulama, bahwa "Yang dimaksud dengan turunnya
Al-Qur'an dalam ketiga ayat di atas ialah turunnya Al-Qur'an sekaligus ke Baitul Izzah di langit dunia untuk
menunjukkan kepada para malaikat-Nya bahwa betapa besar masalah ini.
Selanjutnya Al-Qur'an diturunkan kepada Nabi saw, secara bertahap selama dua
puluh tiga tahun.
2.
Madzhab kedua, yaitu yang diriwayatkan Asy-Sya'bi bahwa yang
dimaksud dengan turunnya Al-Qur'an dalam ketiga ayat di atas ialah permulaan
turunnya Al-Qur'an itu dimulai pada Lailatul Qadar di
bulan Ramadhan, yang merupakan malam yang diberkahi. Kemudian sesudah itu turun
secara bertahap sesuai dengan berbagai peristiwa yang menggiringnya selama
kurang lebih dua puluh tiga tahun. Dengan demikian, Al-Qur'an hanya satu macam
cara turun, yaitu turun secara bertahap kepada Rasulullah saw, sebab yang demikian
inilah yang dinyatakan oleh Al-Qur'an seperti dalam surat Al-Isra' ayat 106.
3.
Madzhab ketiga; Al-Qur'an diturunkan ke langit dunia pada dua
puluh tiga lailatul qadar, yang pada setiap
malamnya selama malam-malam kemuliaan itu ada yang ditentukan Allah untuk
diturunkan pada setiap tahunnya. Dan jumlah untuk masa satu tahun penuh itu
kemudian diturunkan secara berangsur-angsur kepada Rasulullah sepanjang tahun.
Madzhab ini adalah hasil ijtihad sebagian mufassir. Pendapat ini tidak
mempunyai dalil.
Pendapat yang kuat ialah; Al-Qur'an Al-Karim itu diturunkan dua kali:
Pertama;
Diturunkan sekaligus pada Lailatul Qadr ke Baitul 'Izzah di langit dunia.
Kedua;
Diturunkan dari langit dunia ke bumi secara berangsur-angsur selama dua puluh
tiga tahun.
4.
Madzhab keempat, ada juga sebagian ulama yang berpandangan
bahwa Al-Qur'an turun pertama-tama secara berangsur-angsur ke Lauh Mahfuzh
berdasarkan firman Allah ta'ala, "Tidak lain ia adalah Al-Qur'an yang
mulia, di Lauh Mahfudz." Kemudian setelah itu ia turun dari Lauh Mahfuzh
turun secara serentak seperti itu ke Baitul Izzah.
Selanjutnya, ia turun bertahap. Dengan demikian, ini berarti turun dalam tiga
tahap.
Turunnya
Al-Qur'an Secara Bertahap
Beberapa ayat tentang hal ini di
antaranya; As-Syuara ayat 192-195; An-Nahl ayat 102; Al-Jatsiah ayat 2;
Al-Baqarah ayat 23; Al-Baqarah ayat 97.
Ayat-ayat di atas menjelaskan, bahwa Al-Qur'an Al-Karim itu adalah kalam
Allahengan lafazhnya yang berbahasa Arab. Jibril telah menurunkannya ke dalam
hati Rasulullah. Yang dimaksud turunnya itu di sini bukanlah turunnya yang
pertama kali ke langit dunia. Tetapi turunnya Al-Qur'an secara bertahap. Karena
itu diungkapkan dengan kata-kata tanzil dalam ayat-ayat di atas bukan inzal. Ini menunjukkan bahwa
turunnya secara bertahap. Ulama bahasa membedakan antara inzal dengan tanzil. Tanzil
berarti turun secara berangsur-angsur sedang inzal menunjuk
pada makna turun secara umum.
Penelitian terhadap hadits-hadits
shahih menyebutkan bahwa Al-Qur'an turun menurut keperluan, terkadang turun
lima ayat, sepuluh ayat, dan terkadang lebih banyak dari itu atau lebih
sedikit.
Wahyu turun kepada Rasulullah
dari waktu ke waktu sehingga dapat meneguhkan hatinya terhadap kebenaran dan
memperkokoh azamnya untuk tetap melangkahkan kaki di jalan dakwahnya tanpa
ambil peduli akan perlakuan jahil yang ia hadapinya dari masyarakatnya sendiri.
2.
Hikmah kedua; Tantangan dan Mukjizat.
Tantangan mereka terhadap Al-Qur'an yang diturunkan secara berangsur, sekaligus
melemahkan mereka untuk membuat yang serupa dengannya dan membuktikan
kemukjizatan Al-Qur'an. Yang demikian lebih efektif pembuktiannya daripada
kalau Al-Qur'an diturunkan sekaligus lalu mereka diminta membuat yang serupa
dengannya itu.
3.
Hikmah ketiga; Memudahkan Hafalan dan Pemahamannya.
Turunnya Al-Qur'an secara
berangsur-angsur itu meupakan bantuan terbaik bagi mereka untuk menghafal dan
memahami ayat-ayatnya. Setiap kali turun satu atau beberapa ayat, para sahabat
segera menghafalnya, merenungkan maknanya dan mempelajari hukum-hukumnya.
4.
Hikmah keempat; Relevan dengan Peristiwa, dan Pentahapan dalam Penetapan Hukum.
Al-Qur'an juga turun sesuai
dengan peristiwa-peristiwa yang terjadi terhadap kaum muslimmin.
5. Hikmah kelima; Tanpa diragukan bahwa
Al-Qur'an Al-Karim diturunkan dari sisi Yang Maha Bijaksana dan Maha Terpuji.
D. Faedah
Turunnya Al-Qur'an Secara Bertahap dalam Pendidikan dan Pengajaran
Sebab turunya Al-Qur'an itu telah
meningkatkan pendidikan umat Islam secara bertahap dan bersifat alami untuk
memperbaiki jiwa manusia, meluruskan perilakunya, membentuk kepribadian dan
menyempurnakan eksistensinya sehingga jiwa itu tumbuh kokoh di atas pilar-pilar
yang kokoh dan mendatangkan buah yang baik bagi kebaikan umat manusia
seluruhnya dengan izin Tuhannya.
Pentahapan turunnya Al-Qur'an itu merupakan bantuan yang paling baik bagi jiwa
manusia dalam upaya menghafal Al-Qur'an, memahami, mempelajari, memikirkan
makna-maknanya dan mengamalkan apa yang dikandungnya.
Petunjuk Ilahi tentang hikmah
turunnya Al-Qur'an secara bertahap merupakan contoh paling baik dalam menyusun
kurikulum pengajaran, memilih metode, dan menyusun buku pelajaran.
Segala puji hanyalah bagi Allah semata, sholawat dan salam semoga
senantiasa tercurah pada nabi junjungan kita : Muhammad SAW, yang
senantiasa kita harap syafaatnya pada hari kiamat kelak. Begitu pula
kepada para sahabat dan keluarga beliau yang mulia, serta seluruh
pengikut risalahnya hingga akhir nanti. Kaum uslimin yang dirahmati
Allah SWT. Sesungguhnya bulan Ramadhan yang mulia ini akan terasa begitu
singkat. Hari-harinya akan berlalu begitu cepat, meninggalkan kita
penuh penyesalan jika tidak segera tersadar untuk mengisinya dengan
berbagai kebaikan. Isyarat begitu dalam tentang hari-hari Ramadhan kita
dapatkan setelah ayat perintah kewajiban berpuasa, dimana Allah SWT
berfirman :
ياأيها
الذين ءَامَنُواْ كُتِبَ عَلَيْكُمُ
الصيام كَمَا كُتِبَ عَلَى الذين مِن قَبْلِكُمْعَلَّكُمْ
تَتَّقُونَ
“ Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa
sebagaimana diwajibkan atas orang orang sebelum kamu agar kamu
bertakwa, (yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu “ (QS Baqoroh
183 )
Hanya beberapa hari tertentu saja, karena ia tidak akan lebih dari 29
atau 30 hari. Karenanya, tanpa mengetahui seluk beluk dan keutamaan
ragam amal dalam Ramadhan, bisa jadi Ramadhan yang singkat akan
benar-benar berlalu begitu saja, nyaris tanpa amal dan kenangan yang
berarti. Naudzubillah tsumma naudzu billah ….
Kaum muslimin yang dirahmati Allah SWT ….
Setidaknya ada lima kunci sukses Ramadhan, yang jika kita menjalankannya
dengan baik , insya Allah akan menjadikan Ramadhan kita lebih berharga,
lebih terasa, dan lebih berkah insya Allah. Dengan lima hal tersebut,
kita bisa meniti hari-hari Ramadhan dengan dipenuhi amal yang baik dan
disyariatkan. Adapun lima hal tersebut adalah :
Pertama : Menghayati Hikmah dan Manfaat Puasa bagi Kita
Jika seorang memahami maksud, hikmah dan manfaat dari apa yang
dilakukan, maka tentulah ia akan menjalankannya dengan ringan dan senang
hati. Maka begitu pula seorang yang berpuasa, ketika ia benar-benar
mampu menghayati hikmah puasa, maka ibadah yang terlihat berat ini akan
dijalani dengan penuh kekhusyukan dan hati yang ringan. Diantara hikmah
puasa antara lain adalah : Menjadi madrasah ketakwaan dalam diri kita,
sebagaimana isyarat Al-Quran ketika berbicara kewajiban puasa, yaitu la’allakum
tattaqun agar supaya engkau bertakwa. Hikmah puasa yang lain adalah
menggugurkan dosa-dosa kita yang terdahulu, sebagaimana disebutkan
dalam banyak riwayat seputar keutamaan ibadah puasa Ramadhan. Hikmah
puasa berikutnya tentu saja menjadikan kemuliaan tersendiri bagi yang
menjalaninya saat hari kiamat nanti. Jangankan amal ibadahnya, bahkan
bau mulut orang yang berpuasa pun menjadi tanda kemuliaan tersendiri di
akhirat nanti. Subhanallah, Rasulullah SAW bersabda :
“ Sungguh bau mulut orang yang berpuasa, lebih wangi di sisi Allah
SWT dari aroma kesturi “ (HR Bukhori).
Dengan memahami hikmah puasa yang begitu besar dan mulia bagi diri kita,
maka insya Allah membuat kita lebih semangat dalam menjalani hari-hari
Ramadhan kita.
Kaum muslimin yang dirahmati Allah SWT ….
Adapun langkah sukses Ramadhan yang Kedua adalah : Mengetahui fiqh
dan aturan-aturan dalam Ibadah Puasa. Dari Ibnu Abbas, Rasulullah
SAW bersabda :
“seorang faqih (ahli ilmu agama) lebih ditakuti syetan dari pada
seribu ahli ibadah (tanpa ilmu)“. (HR Ibnu Majah).
Hadits diatas menegaskan kepada kita tentang urgensinya beribadah dengan
ilmu. Bahkan salah satu syarat diterimanya ibadah adalah ittiba atau
sesaui aturan dan sunnah Rasulullah SAW. Dalam kaitannya dengan puasa,
sungguh ibadah ini mempunyai kekhususan dalam aturan fiqhnya yang
berbeda dengan lainnya. Para ulama pun menjadikan bab puasa sebagai
pembahasan khusus dalam kitab fiqhnya. Kita perlu mengkaji ulang,
bertanya dan mempelajari apa-apa yang belum sepenuhnya kita yakini atau
kita ketahui. Agar kita mampu menjalani ibadah ini dengan baik tanpa
keraguan sedikitpun. Hal yang penting kita ketahui utamanya tentang
apa-apa yang dibolehkan, apa-apa yang membatalkan, siapa saja yang boleh
berbuka dan apa konsekuensinya. Mari kita sempatkan dalam hari-hari ini
untuk kembali mengkaji fiqh seputar puasa. Tidak ada kata terlambat
untuk sebuah ilmu ibadah yang mulia.
Langkah Ketiga : Menjaga Puasa kita agar tetap utuh pahalanya
Yang dimaksud menjaga puasa kita adalah upaya untuk menjadikan pahala
puasa kita utuh. Dua cara yang harus kita lakukan dalam kaitannya dengan
hal ini, yaitu menjalani sunnah-sunnah puasa, serta menjauhi hal-hal
yang bisa mengurangi pahala dan hikmah puasa. Adapun sunnah-sunnah
puasa, antara lain adalah mengakhirkan sahur dan menyegerakan berbuka.
Sunnah yang sederhana ini adalah bagian dari kemudahan dan keindahan
syariat Islam. Kita diminta mengakhirkan sahur, sebagai persiapan untuk
menjalani puasa seharian. Begitu pula kita diminta menyegerakan berbuka,
sebagai kebutuhan fitrah manusia yang harus diperhatikan. Sunnah puasa
lainnya adalah dengan berdoa sebelum dan saat berbuka, serta berbuka
dengan seteguk air. Semoga sunnah yang sederhana ini bisa kita lakukan
untuk mengoptimalkan pahala puasa kita.
Kaum muslimin yang dirahmati Allah SWT
Menjaga puasa juga dengan menjauhi segala sikap dan tindakan yang akan
mengurangi keberkahan puasa kita, seperti : marah tiada guna,
emosional, berdusta dalam perkataan, ghibah, maupun kemaksiatan secara
umum. Hal-hal semacam di atas, selain dilarang secara umum bagi seorang
muslim, juga akan mempengaruhi kualitas puasanya di hadapan Allah SWT.
Jauh-jauh hari Rasulullah SAW telah mengingatkan kepada kita :
Betapa Banyak Orang berpuasa tapi tidak mendapat (pahala) apa-apa
dari puasanya kecuali hanya lapar, dan betapa banyak orang yang sholat
malam (tarawih) tapi tidak mendapatkan apa-apa selain begadang saja
(HR An-NAsai)
Mari kita mengambil pelajaran dari hadits di atas, untuk kemudian meniti
hari-hari ramadhan kita dengan penuh kehati-hatian dan perhitungan.
Siapapun kita tidak akan pernah rela jika hanya mendapat lapar dahaga
saja di bulan mulia ini.
Keempat : Menghias Puasa kita dengan Ragam Amal yang disyariatkan
dalam Ramadhan
Sesungguhnya ibadah dalam bulan Ramadhan bukan hanya puasa saja. Tetapi
banyak ragam ibadah yang juga disyariatkan dalam bulan penuh berkah ini.
Mari kita menghias Ramadhan dengan ibadah-ibadah mulia tersebut, agar
ramadhan sebagai madrasah ketakwaan benarbenar hadir dalam hidup kita.
Rasulullah SAW telah memberikan contoh pada kita bagaimana beliau
menghias hati-hati Ramadhannya dengan : Tadarus Tilawah, memperbanyak
sedekah, sholat tarawih, memberi hidangan berbuka, bahkan juga I’tikaf
di masjid pada sepuluh hari yang terakhir. Jika kita ingin merasakan
Ramadhan yang berbeda dan begitu bermakna, tentu menjadi penting bagi
kita untuk menghias Ramadhan kita dengan amal ibadah tersebut.
Keberkahan Ramadhan akan begitu terasa paripurna dalam hati kita. Amin
Allahumma Amiin …
Kaum muslimin yang dirahmati Allah SWT ….
Langkah sukses yang terakhir atau kelima adalah : Mempertahankan atau
menjaga semua amal dengan istiqomah hingga akhir Ramadhan.
Bulan ramdhan dipenuhi banyak amalan yang sungguh akan melelahkan
sebagian besar orang. Karenanya kita sering menjadi saksi bagaimana kaum
muslimin ‘berguguran’ dalam perlombaan Ramadhan ini sebelum mencapai
garis finishnya. Sholat tarawih di masjid mulai menyusut sedikit demi
sedikit seiring berlalunya hari-hari awal Ramadhan. Karenanya, merupakan
hal yang tidak bisa dibantah adalah jika kesuksesan Ramadhan bergantung
dari keistiqomahan kita menjalani semua kebaikan di dalamnya hingga
akhir Ramadhan tiba. Syariat kita yang indah pun seolah memberikan
motivasi di ujung ramadhan, agar kita bertambah semangat dalam
beribadah, yaitu dengan menurunkan malam lailatul qadar yang mulia.
Rasulullah SAW pun menjalankan I’tikaf untuk menutup bulan keberkahan
ini. Beliau juga bersungguh-sungguh di penghujung Ramadhan. Ibunda
Aisyah menceritakan kepada kita :
adalah Nabi SAW ketika masuk sepuluh hari yang terakhir (Romadhon),
menghidupkan malam, membangunkan istrinya, dan mengikat sarungnya (HR
Bukhori dan Muslim)
Akhirnya, marilah kita berusaha menjalankan lima kunci sukses Ramadhan
di atas, agar usaha kita mendapatkan keberkahan dan kesuksesan Ramadhan
benar-benar terarah dengan baik dan optimal. Semoga Allah SWT memudahkan
dan memberikan kekuatan kepada kita.
Allahumma sholli ala sayyidinaa muhammad wa ‘ala aalihi wa ashabihi
ajmain
Alhamdulillah, kita bersyukur kepada Allah SWT yang telah meringankan
hati kita dan memudahkan langkah kita bertemu dalam majelis ini. Semoga
keselamatan dan kedamaian tercurah kepada nabi Muhammad SAW, keluarga
dan sahabat yang mulia, serta penerus risalahnya hingga hari akhir
nanti.
Kaum muslimin yang berbahagia ...
Sesungguhnya setiap ibadah mempunyai dua potensi yang selalu beriringan
satu sama lainnya. Satu sisi sebuah ibadah mungkin akan menjadi ladang
pahala kita yang akan kita panen di kampung akhirat nanti. Tapi sisi
lain, jika kita tidak memenuhi syarat, adab dan rukunnya bisa jadi
sebuah ibadah justru menjadi fitnah bagi kita di hari akhir nanti.
Naudzu billah min dzalika ...
Contoh yang paling jelas dalam masalah ini terdapat dalam sebuah ayat
yang sudah sama-sama kita hafal bersama, dalam surat al-Maun disebutkan
ancaman Allah SWT kepada orang-orang yang shalat. Allah berfirman
dalam kitabnya yang mulia :
“ Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang salat, (yaitu) orang-orang
yang lalai dari salatnya” (QS Al Ma'un 4-5)
Ayat di atas begitu lugas mengingatkan pada kita bahwa sholat bisa
menjadi fitnah dan ancaman di akhirat nanti saat kita menjalankan tidak
sesuai aturannya.
Kaum muslimin yang berbahagia ...
Lalu bagaimana dengan ibadah puasa Ramadhan kita ? Apakah ada ancaman
tentang puasa yang kita jalankan ? Sungguh setidaknya ada dua dalil
yang juga mengingatkan kita dengan gamblang tentang bahayanya orang
berpuasa jika tidak memenuhi adab dan aturannya. Dalil pertama,
Rasulullah SAW telah memberikan prediksi bagaimana banyak orang yang
berpuasa tanpa hasil apapun keculai hanya lapar dahaga. Beliau bersabda
dari lisannya yang mulia :
“ Betapa Banyak Orang berpuasa tapi tidak mendapat (pahala) apa-apa dari
puasanya kecuali hanya lapar, dan betapa banyak orang yang sholat
malam (tarawih) tapi tidak mendapatkan apa-apa selain begadang saja”
(HR An-NAsai).
Dalil di atas seharusnya menjadi warning atau peringatan dini bagi kita
dalam meniti hari-hari Ramadhan kita, agar tidak termasuk golongan yang
celaka dalam arti berpuasa tanpa pahala. Peringatan berikutnya adalah
dalam lafadz doa Jibril alaihissalam, dimana ia mendoakan keburukan
kepada mereka yang mendapati Ramadhan tapi tidak mendapat ampunan dari
Allah SWT. Diriwayatkan dalam hadits yang panjang :
“Dari Abu Hurairah: Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam naik
mimbar lalu bersabda: ‘Amin, Amin, Amin’. Para sahabat bertanya :
“Kenapa engkau berkata demikian, wahai Rasulullah?”
Kemudian beliau bersabda, “Baru saja Jibril berkata kepadaku: ‘Allah
melaknat seorang hamba yang melewati Ramadhan tanpa mendapatkan
ampunan’, maka kukatakan, ‘Amin’, kemudian Jibril berkata lagi, ‘Allah
melaknat seorang hamba yang mengetahui kedua orang tuanya masih hidup,
namun tidak membuatnya masuk Jannah (karena tidak berbakti kepada mereka
berdua)’, maka aku berkata: ‘Amin’. Kemudian Jibril berkata lagi.
‘Allah melaknat seorang hambar yang tidak bershalawat ketika disebut
namamu’, maka kukatakan, ‘Amin” (HR Ibnu Khuzaimah dishahihkan oleh
Albani )
Naudzu billah tsumma naudzu billah ... ibaratnya dalam pepatah bahasa
kita, sudah jatuh tertimpa tangga. Tidak mendapatkan ampunan dalam
ramadhan sudah merupakan musibah luar biasa, belum lagi ditambah doa
laknat dati Jibril alaihissalam yang diaminkan oleh Rasulullah SAW yang
mulia ..!. Semoga kita tidak termasuk dalam dua golongan yang
disebutkan dalam dua hadits yang saya sebutkan di atas.
Kaum muslimin yang berbahagia ..
Rasanya menjadi penting bagi kita untuk mengetahui mengapa orang yang
berpuasa bisa mendapat kecelakaan yang sedemikian buruk semacam itu.
Setidaknya ada empat kesalahan orang berpuasa yang bisa menjerumuskan
mereka dalam dosa dan kehinaan, mari bersama merenungkannya.
Pertama : Mereka yang berpuasa tanpa keikhlasan
Rasulullah SAW bersabda dalam hadits yang sudah sangat populer di
telinga kita :
Innamal a’maalu binniyaaat. Yaitu : Sesungguhnya setiap amal
bergantung pada niatnya ( HR Muttafaqi Alaih).
Maka berpuasa tanpa keikhlasan ibaratnya surat perjanjian tanpa stempel
dan materai, menjadi tidak berlaku dan sia sia begitu saja.
Pertanyaannya adalah, puasa semestinya melatih orang untuk ikhlas,
karena ia merupakan ibadah antara seorang hamba dan Allah SWT.
Rasulullah SAW bersabda :
Dari Abu Hurairah ra, dari Nabi SAW bersabda: “Semua amal manusia
adalah miliknya, kecuali puasa, sesungguhnya ia adalah milik-Ku dan Aku
yang akan memberikan balasannya, (H.R. Bukhari).
Tapi sungguh sayang sekali, ternyata masih ada yang ternoda
keikhlasannya dalam berpuasa karena godaan riya, harta maupun
kecenderungan diri pribadi. Puasa diliputi riya, karena ingin dianggap,
dihargai dan dipuji orang lain sebagai orang yang berpuasa. Bisa jadi
karena ewuh pakewuh dengan mertua, atau takut dengan pimpinan di
kantor, atau mungkin ingin eksis di tengah rekan sejawat. Semua itu
sungguh meluruhkan pahala puasa yang mulia. Ada pula orang yang
berpuasa karena mengincar harta, mungkin saja ini lebih banyak terjadi
pada anak-anak kita yang mengidamkan hadiah dari para orangtua saat
lebaran nanti, karena mampu
menyelesaikan puasa dengan sempurna. Selain itu, ada juga yang berpuasa
dengan bersemangat, bukan karena kewajiban semata tetapi juga karena
keinginan pribadi untuk diet dan menurunkan berat badan. Sungguh ini
semua jika tidak dihapus dalam hati, akan mengotori keikhlasan puasa
kita, dan kita terjerumus dalam golongan mereka yang berpuasa tanpa
pahala.
Kaum muslimin yang berbahagia ..
Yang kedua adalah mereka yang berpuasa tanpa ilmu.
Tidak
mengetahui mana yang membatalkan dan mana yang tidak. Maka mereka
menjalani puasa tanpa aturan, atau memahami tidak dengan sepenuhnya
benar. Akibatnya, puasa mereka menjadi begitu rapuh dan tanpa makna.
Menyangka telah melakukan hal yang benar padahal sejatinya salah. Dari
Ibnu Abbas, Rasulullah SAW bersabda :
“seorang faqih (ahli ilmu agama) lebih ditakuti syetan dari pada
seribu ahli ibadah (tanpa ilmu) “. (HR Ibnu Majah).
Maka marilah meningkatkan kualitas ibadah puasa kita dengan memahami
sepenuhnya hukum-hukum seputarnya. Mari terus membaca, mengkaji dan
bertanya, agar bisa menjalankan seluruh rangkaian ibadahnya dengan
keyakinan yang nyaris sempurna.
Kaum muslimin yang berbahagia ..
Golongan orang berpuasa yang celaka ketiga adalah merkea yang
berpuasa hanya dari makan minum dan berhubungan badan semata,
dan merasa bahwa dengan itu mereka sudah memenuhi semua ketentuan dan
tuntutan puasa. Barangkali kita perlu mengingat lebih dalam himbauan
rasulullah SAW berkaitan dalam masalah ini :
“Barang siapa yang tidak meninggalkan berkata dusta dan beramal
kedustaan, maka Allah SWT tidak membutuhkan dia meninggalkan makan dan
minumnya” (HR Bukhori)
Mereka dalam masalah ini berpuasa tetapi tidak mampu menundukkan nafsu
dan emosinya. Maka mereka menodai siang hari ramadhan dengan lisan yang
tak terjaga dari ghibah, marah dan berkata dusta, atau anggota badan
yang tidak terjaga dari dosa dan kemaksiatan.
Kaum muslimin yang berbahagia ..
Yang keempat adalah mereka yang menjalankan ibadah puasa dengan
penuh kemalasan, dalam arti tidak menyadari kemuliaan bulan Ramadhan
yang bertaburan berkah.
Mereka tidak menyadari dan memahami
bahwa Ramadhan bukan hanya bulan puasa saja, tetapi lebih dari itu ia
adalah bulan musim kebaikan yang disyariatkan banyak amal kebaikan.
Rasulullah SAW bersabda tentang bulan mulia ini :
“(Bulan dimana) dibuka pintu-pintu surga, ditutup pintu-pintu
neraka, syetan-syetan dibelenggu. Dan berserulah malaikat : wahai
pencari kebaikan, sambutlah. Wahai pencari kejahatan, berhentilah”
(demikian) sampai berakhirnya ramadhan ( HR Ahmad)
Golongan ini berpuasa tetapi tidak menjalankan tarawih, tilawah dan
tadarus. Tidak pula berusaha untuk bersedakah, memberi berbuka pada
orang yang berpuasa. Atau tidak pula menyempatkan diri untuk i’tikaf
dan amal kebaikan secara umum. Mereka hanya berpuasa dan menjadikan
puasa sebagai alasan untuk bermalas-malasan di siang hari, lalu makan
pestapora di malam hari.
Akhirnya, semoga kita terhindar dari peringatan Rasulullah SAW tentang
mereka yang berpuasa tapi sia-sia dalam pahalan dan keutamannya. Semoga
Allah SWT menjaga kita agar tidak terjerumus dalam empat golongan
mereka yang berpuasa tapi celaka. Wallahu a’lam bisshowab